Minggu, 5 Desember 2010 22:29 WIB Solo Share :

Radya Pustaka ternyata menyimpan Alquran bahasa Belanda

Solo (Espos)–Museum Radya Pustaka memiliki koleksi Alquran berbahasa Belanda yang dibuat pada tahun 1934. Hal ini baru diketahui saat petugas museum merapikan arsip museum, Selasa (30/11).

Saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (3/12), Sekretaris Komite Museum Radya Pustaka Solo, Joko Daryoto, mengungkapkan Alquran tersebut adalah karya Maulwi Moehammad Ali dan Soedewo. Sebelumnya, ia dan petugas museum yang kini bertugas, tidak pernah tahu jika ada Alquran berbahasa Belanda.

Namun, saat merapikan arsip, ditemukan koleksi tersebut dalam tumpukan barang-barang yang lain. Karena tidak terawat, kondisi Alquran itu pun tidak sepenuhnya baik. Bagian depan Alquran sudah rusak dan perlu dijilid ulang karena beberapa lembar sudah robek.

“Isinya masih lengkap, tapi kurang bagus kondisinya. Sebelum dipajang, rencananya dikonservasi dulu ke Jakarta,” ungkapnya. Keberadaan Alquran ini, terangnya, menandakan bahwa Islam sudah berkembang di Solo sejak lama, sehingga petugas museum saat itu mengoleksi Alquran tersebut.

Joko juga mengungkapkan jika kondisi perpustakaan Museum Radya Pustaka sebenarnya kurang memadai. Terutama luas ruangan perpustakaan yang tergolong sempit. Akibatnya, ketika banyak pengunjung, perpustakaan tidak muat, sehingga mereka diminta mengambil naskah perpustakaan, lalu membacanya di luar perpustakaan.

“Biasanya saya sediakan karpet di luar museum sebagai tempat baca pengunjung,” terangnya.

ewt

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…