Minggu, 5 Desember 2010 20:39 WIB Sukoharjo Share :

Peninggian tanggul Bengawan Solo masih terganjal

Sukoharjo (Espos)--Proyek peninggian tanggul di bantaran Sungai Bengawan Solo sepanjang enam kilometer, tepatnya di sekitar Jembatan Bacem sampai di sekitar Jembatan Jurug, masih terganjal masalah sosial.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mencatat terdapat 15 sampai 20 warga Telukan, Grogol yang enggan pindah dari hunian di atas bantaran sungai. Warga berdalih telah memiliki hak kepemilikan tanah yang mereka sertakan melalui sertifikat. Hal itu disampaikan Pembina Pelaksana Proyek Peninggian Tanggul sekaligus Kasi Sungai dan Pantai dari BBWSBS, Sulimin saat dihubungi Espos, Minggu (5/12) siang.

Sulimin menguraikan hal itu berdampak terhadap terhentinya proyek peninggian tanggul di sekitar 600 meter wilayah bantaran sungai yang berada di Telukan. “Sekitar 600 meter peninggian terhenti. Kami telah mengurus ke BPN tiga bulan lalu, tapi sampai sekarang belum ada perkembangan,” katanya.

Sulimin menjelaskan permasalahan sertifikat itu terkendala soal periodisasi jabatan di tubuh BPN. Pasalnya, sertifikat yang dipegang warga saat ini sebelumnya diurus oleh para petugas BPN yang telah tak bertugas.

Dia mengaku pihaknya akan menunggu sampai permasalahan itu selesai oleh bantuan Pemkab Sukoharjo, dalam hal ini juga oleh DPU Sukoharjo. Menurut Sulimin tidak terselesaikannya masalah tersebut sampai akhir tahun mendatang berdampak pada bolongnya tanggul.

“Sampai sekarang hampir bisa dipastikan proyek di sana tak selesai dan pastinya akan bolong. Jika masalah sertifikat selesai sekalipun maka waktu pemadatan material tanggul juga tak bisa maksimal,” imbuhnya.

Namun demikian, lanjutnya, penyelesaian proyek itu akan diusulkan lagi dalam anggaran tahun depan. Sulimin mengatakan proyek tersebut menggunakan dana APBN. Sepeti yang dikatakan oleh Kasi Operasional dan Pemeliharaan (OP) BBWSBS, Ruhban Ruzziatno, peninggian tanggul tersebut merupakan proyek penanggulangan banjir. Dia menjelaskan penambahan peninggian tanggul tersebut disesuaikan dengan kontur bantaran sungai bengawan.

“Rata-rata ketinggian tanggul ditambah satu meter. Tapi juga disesuaikan dengan kondisi tanah di sekeliling tanggul,” katanya kepada Espos baru-baru ini.

m85

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…