Minggu, 5 Desember 2010 14:00 WIB News Share :

Pencarian remaja tenggelam di sungai dilanjutkan

Semarang–Puluhan petugas Badan SAR Kota Semarang melanjutkan pencarian seorang remaja putri, Devi Ayuningtyas, 16, yang tenggelam di Sungai Banjir Kanal Timur Semarang pada Sabtu (4/12) malam.

“Selain menggunakan perahu karet untuk penyisiran, kami juga melakukan penyelaman ke sungai namun terkendala tebalnya lumpur dan banyaknya tonggak kayu,” kata Budi Resdi selaku Koordinator Badan SAR yang ikut melakukan pencarian korban, di Semarang, Minggu (5/12).

Ia menuturkan, beberapa saat setelah menerima laporan tenggelamnya korban pada Sabtu (4/12) malam, pihaknya langsung berusaha melakukan pencarian tapi hanya dengan menyisir sungai karena arus air sungai sangat deras.

“Pencarian korban kembali dimulai hari ini pukul 08.00 WIB dan dilakukan dari titik korban jatuh sampai ke muara sungai,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini korban diperkirakan telah berada cukup jauh dari lokasi titik jatuh karena terseret arus air sungai yang pada waktu kejadian mengalir cukup deras.

“Semoga dalam waktu yang tidak lama, korban dapat kami temukan,” imbuhnya.

Joko Widodo, 35, ayah korban yang ditemui di tempat tinggalnya di Jalan Tanggungrejo RT 01 RW 06 Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang, mengaku pasrah dan berserah diri kepada Tuhan terkait dengan belum ditemukannya anak pertamanya itu.

“Pihak keluarga dibantu sejumlah tetangga sudah melakukan pencarian sejak tadi malam sampai sekarang namun belum berhasil,” ujarnya.

Menurut dia, berdasarkan keterangan seorang saksi mata yakni tukang cat jembatan, sebelum jatuh ke sungai korban yang berdiri di tepi rel yang melintas di atas sungai sempat tersenggol kereta api yang melaju dari arah timur ke barat.

“Pada saat kereta api melaju, anak saya dan seorang temannya sedang menyeberang sungai dengan berjalan kaki di tengah rel perlintasan sepulang dari bermain,” jelasnya.

Ia menuturkan, korban yang duduk di kelas I SMA Widya Mandala Sampangan, Semarang, baru tiga bulan berada di Kota Semarang dan sebelumnya ikut ibunya yang telah bercerai di Kalimantan.

“Devi yang mempunyai dua adik yakni Aditya Destiningtyas dan Cantika Selviningtyas ini akan merayakan ulang tahunnya yang ke-17 pada Selasa, 7 Desember besok,” ujar ayah korban yang terlihat tabah.

Seorang teman korban yang juga jatuh ke sungai, Mardiah, 19, warga Jalan Cilosari Dalam RT 03 RW 06, Semarang, berhasil diselamatkan seorang kerabatnya yang mendengar teriakan minta tolong.

Mardiah yang terlihat syok ditemukan selamat kira-kira 3 kilometer dari lokasi pertama jatuh.

Mereka berdua hendak pulang ke rumah dengan melewati rel kereta api yang melintasi Sungai Banjir Kanal Timur, Sabtu (4/12) pukul 18.00 WIB.

Namun saat berada di tengah rel, tiba-tiba datang kereta api dari arah timur yang membuat mereka berdua panik hingga jatuh ke sungai yang arusnya cukup deras pada waktu kejadian karena sebelumnya turun hujan lebat.

ant/nad

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…