Minggu, 5 Desember 2010 21:27 WIB Sragen Share :

Bus vs motor, satu nyawa melayang

Sragen (Espos)--Nasib warga Serengan, Solo, Feri Pujianto, 28, sungguh mengenaskan. Gara-gara hendak mendahului sebuah mobil yang melaju dari arah utara di Jl Solo-Purwodadi, Feri jutru tertabrak bus rute Solo-Karanggede, Minggu (5/12), sekitar pukul 10.30 WIB.

Akibat kejadian itu, Feri mengalami luka parah di bagian kepala kiri dan akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Informasi yang dihimpun <I>Espos<I>, dari kepolisian, Minggu, kecelakaan berawal saat warga RT 9/RW II Jayengan, Serengan tersebut melaju kencang dari arah utara ke selatan atau ke Solo. Saat melintas di Jl Solo-Purwodadi kilometer (km) 13, Feri yang mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi (Nopol) AD 5887 HA mencoba mendahului sebuah mobil dari arah kanan.

Tiba-tiba, dari arah selatan melaju bus umum rute Solo-Karanggede yang dikemudikan Yudiyanto, 39, warga RT 15/RW IV Kedokan, Klego, Boyolali, dan langsung menyambar korban Feri. Korban mengalami luka parah di bagian kiri kepala. Kepalanya retak dan sebagian isi kepala terburai ke luar. Lantaran luka yang sangat parah itu, nyawa korban tak dapat diselamatakan. Dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Islam (RSI) Yakksi Gemolong, korban menghembuskan napas terakhirnya.

Sementara itu, sopir bus, Yudiyanto saat ini telah diamankan jajaran Polres Sragen guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi belum dapat memastikan penyebab pasti terjadinya kecelakaan. Saat ini, proses pemeriksaan intensif tengah berlangsung.

Kepala sub bagian (Kasubag) Humas Polres Sragen, AKP Mulyani, mewakili Kapolres Sragen, AKBP IB Putra Narendra, menegaskan hingga Minggu sore data lengkap hasil pemeriksaan belum diterima pihaknya. Besar kemungkinan berkas kejadian masih diproses bagian satuan lalu lintas (Satlantas) Sragen. “Data lengkap kami belum terima, masih di Kasatlantas,” ujar Mulyani, saat dikonfirmasi Espos, Minggu.

tsa

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…