Sabtu, 4 Desember 2010 12:58 WIB News Share :

Survei 2010, rakyat DIY hendaki Pilkada langsung

Jakarta--Polemik posisi Gubernur DIY sepertinya masih akan terus berlangsung. Di tengah-tengah tuntutan warga DIY yang menghendaki Sultan otomatis sebagai Gubernur, pejabat Kemendagri justru mengatakan sebaliknya.

“Kita mempunyadi data survei sekitar 71 persen rakyat Jogja menghendaki pemilihan langsung,” ujar Dirjen Otonomoi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan.

Hal tersebut dikatakannya di sela-sela Diskusi Polemik ‘Daerah Istimewa Kecewa’ yang digelar Trijaya di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (4/12).

Namun sumber survei ini ternyata bukan berasal dari pemerintah. Saat ditanya siapa yang menggelar survei, Djohan tidak bisa mengingatnya.

“Saya pernah baca itu tapi lupa dari mana. Bukan pemerintah, saya pernah baca,” katanya.

Djohan mengatakan draf yang diajukan pemerintah tidak final. Aspirasi rakyat Jogja bisa diakomodasi di DPR yang akan membahas draf tersebut.

“Kita harapkan, mari kita doakan sama-sama lahir RUU DIY yang bisa diterima rakyat Jogja,” pintanya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…