Sabtu, 4 Desember 2010 12:43 WIB News Share :

Probolinggo kembali dihujani abu vulkanik Bromo

Probolinggo–Abu vulkanik akibat letusan Gunung Bromo, Sabtu siang (4/12), kembali mengarah ke wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, setelah kepulan asap vulkanik itu sempat mengarah vertikal sehari sebelumnya.

Data aktivitas Gunung Bromo yang tercatat di Media Center Tanggap Darurat di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu pukul 00.00-06.00 WIB, telah terjadi gempa vulkanik sebanyak empat kali dengan amplitudo 8-20 mm selama 10-18 detik.

Gempa tremor masih belum ada perubahan, terjadi secara terus-menerus dengan amplitudo 1-3 mm yang menyebabkan embusan asap vulkanik. Ketinggian asap selama periode tersebut masih mencapai 200-300 mm yang berubah-ubah warnanya mulai putih kecokelatan, putih kemerahan, hingga kelabu.

Hingga pukul 06.30 WIB cuaca di sekitar kawasan Gunung Bromo berwarna cerah dengan temperatur udara mencapai 12 derajat Celsius. Namun, pada pukul 09.30 WIB lokasi kawah dan sekitarnya diselimuti kabut.

Di sekitar kawasan Cemorolawang, bau gas solfatara mulai dirasakan warga. Penduduk setempat dan wisatawan mengenakan masker untuk menghidari infeksi saluran pernapasan.

Sehari sebelumnya, embusan asap dari kawah Gunung Bromo mengarah vertikal. Namun, sejak Sabtu pagi sempat vertikal setinggi 200 meter sebelum terbawa angin ke arah utara.

Sampai saat ini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Awas (level IV) terhitung sejak 23 November 2010.

“Statusnya masih tetap Awas, kendati ada indikasi penurunan aktivitas,” kata Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Bromo, Gede Suwantika, saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Api Bromo di Dusun Cemoro Lawang.

Menurut rencana Gubernur Jatim Soekarwo akan memantau aktivitas Gunung Bromo dari Cemorolawang atau Ngadisari, Minggu (5/12).

ant/rif

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…