Sabtu, 4 Desember 2010 02:33 WIB Karanganyar Share :

GLA, Kejaksaan tak serius usut dugaan penyuapan

Karanganyar (Espos)--Sejumlah elemen di wilayah Kabupaten Karanganyar menilai Kejaksaan tidak serius mengusut kasus dugaan penyuapan terhadap oknum Kejakti senilai Rp 5 miliar soal skandal Griya Lawu Asri (GLA).

Mereka menilai pemeriksaan rekaman dugaan penyuapan yang dilakukan tim Asisten Pengawasan (Aswas) Kejakti Jateng hanya sekedar lip service.

Menurut Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, mestinya pemeriksaan dilakukan menyeluruh terhadap pihak-pihak yang duduga terlibat dalam rekaman serta penyuapan tersebut.

Ia menilai sangat aneh jika yang melakukan pemeriksaan dari Kejakti Jateng. Padahal, dia menambahkan dugaan penyuapan sebagaimana disebutkan dalam rekaman tersebut dilakukan kepada oknum di tubuh Kejakti.

“Ya artinya ini jeruk makan jeruk. Pemeriksaan itu harusnya juga dilakukan menyeluruh mulai dari yang nyuruh sampai yang diduga terima semua diperiksa,” katanya kepada wartawan, Jumat (3/12).

Boyamin mengatakan keterangan Suyadi Toya Saputro alias Banjir yang diduga kuat sumber suara dalam rekaman itu, di media massa menguatkan indikasi adanya dugaan penyuapan tersebut.

Sehingga, dia menuturkan mestinya Jaksa Agung Pengawasan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam dugaan penyuapan tersebut.

“Banjir itu kan sudah membuka ke media dan itu terkesan ada yang nyuruh dia buka suara ke media. Inilah yang menguatkan itu mestinya segera diusut tuntas,” tegasnya.

isw

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…