Sabtu, 4 Desember 2010 15:55 WIB Haji Share :

Flu babi renggut satu jemaah haji Debarkasi Solo

Boyolali (Espos)--Seorang jemaah haji Debarkasi Solo, SHO wafat karena diindikasi terserang H1N1 (flu babi) di RSAS Madinah, Arab Saudi, Jumat (3/12) pukul 04.00 WAS.

SHO warga Sleman, DIY yang tergabung dalam Kloter 48 berangkat dalam kondisi sehat. Pria berusia 56 tahun ini mulai menderita sakit batuk saat wukuf di Arafah.

Dia sempat membaik saat mendapat perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Mekah. Saat tiba di Madinah, kondisinya semakin memburuk sehingga dirawat di RSAS Madinah. Jenazah dimakamkan pada hari yang sama di pemakaman Baqi Madinah.

Pejabat Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Boyolali, Akhmad Su’aidi saat ditemui wartawan di ruangannya mengatakan untuk mengantisipasi penularan virus mematikan itu, pihak PPIH akan membagikan obat tamiflu kepada seluruh jemaah haji Kloter 48.

Direncanakan Kloter tersebut tiba di Bandara Adisumarmo pada Selasa (7/12). Alat pemantau suhu tubuh (thermoscan) juga telah difungsikan untuk memeriksa suhu tubuh jemaah saat memasuki Asrama Haji Donohudan Solo.

Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus saat kembali ke lingkungan masing-masing.

“Jemaah sudah di-thermoscan sejak Kloter pertama kedatangan. Jika ada jemaah yang suhu tubuhnya melebihi 38 derajat celcius, pihak medis akan melakukan pemeriksaan intensif untuk mengetahui penyebab peningkatan suhu tubuhnya. Apabila terindikasi flu babi langsung dirujuk ke RSUD Dr Moewardi untuk mendapat perawatan intensif,” tambah Edi.

m86

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…