Sabtu, 4 Desember 2010 18:10 WIB News Share :

Bocoran Wikileaks tak ganggu hubungan Indonesia-AS

Jakarta–Meski situs Wistleblower WikiLeaks akan membocorkan berbagai dokumen kawat diplomasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tentang Indonesia, namun hal itu tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.

“Hubungan bilateral tidak akan terganggu,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene seperti dilansir detiksom, Sabtu (4/12).

Sikap Kemenlu menurut Michael tetap sama seperti yang sebelumnya telah disampaikan oleh Menlu Marty Natalegawa, bahwa Indonesia terus memantau. Namun tidak akan memberikan tanggapan tentang isi bocoran tersebut.

“Pada hakikatnya diselesaikan oleh pemerintah AS sendiri. Isinya kami tidak akan memberikan tanggapan,” ujarnya.

Apakah Indonesia dirugikan dengan bocornya data tersebut?

“Sekali lagi itu adalah dokumen mereka. Kita mengikuti pemberitaan dan perkembangan tentang bocornya dokumen tersebut,” tegasnya.

Sekitar 3.059 situs Whistleblower Wikileaks akan membocorkan dokumen yang berkaitan dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

Dari data-data yang masih dipublikasikan dalam bentuk kode-kode khusus tersebut, beberapa isu yang akan dibocorkan terkait masalah terorisme, pemilihan umum, dan pertahanan.

Data yang dikumpulkan detikcom, Sabtu (4/12), isu pertahanan ditulis dengan kode ASEC. Sementara isu terorisme ditulis dengan kode PTER, dan isu pemilihan umum di Indonesia diberi kode PGOV.

Isu-isu tersebut mulai dimunculkan WikiLeaks sejak pemerintahan Soeharto hingga SBY.

Namun perlu diketahui, data-data yang baru dimunculkan oleh WikiLeaks tentang Indonesia baru berupa kode-kode, belum dijelaskan secara rinci sehingga belum bisa dipastikan isu apa saja yang bocor tersebut.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…