Jumat, 3 Desember 2010 16:17 WIB Klaten Share :

Status turun, 'wedhus gembel' ikut turun

Klaten (Espos)–Awan panas atau ‘wedhus gembel’ kembali turun dari kawah Gunung Merapi, Jumat (3/12), sekitar pukul 11.00 WIB. Ironisnya, luncuran material mematikan itu terjadi setelah status Gunung Merapi diturunkan menjadi siaga pada pukul 09.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Espos menyebutkan, luncuran awan panas tersebut terlihat dari Desa Balerante yang berjarak sekitar lima kilometer dari Puncak Merapi.

Kapten Laut Marinir TNI AL Surabaya, Suryatno saat dihubungi melalui telepon mengatakan, luncuran awan panas itu disertai dengan suara gemuruh. Menurutnya, luncuran awan panas itu terbilang kecil karena hanya sejauh 1-2 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Dia memperkirakan, material awan panas itu menuju arah Kali Gendol dan Kali Boyong, Kabupaten Sleman. “Getaran yang kami tangkap melalui sinyal tipenya sedang sehingga tidak terlalu membahayakan,” terang Kapten Suryatno.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menurunkan status aktivitas Gunung Merapi dari Awas menjadi Siaga pada pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan PVMBG bernomor 3120/45/BGLV/2010 itu, penurunan status itu dikarenakan hasil evaluasi data dan pemantauan Gunung Merapi secara instrumental dan visual menunjukkan penurunan. Kendati demikian, bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin masih menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai warga.


mkd

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…