Jumat, 3 Desember 2010 13:45 WIB News Share :

RUU DIY diserahkan ke DPR pekan depan

Jakarta–Pembahasan internal RUU Keistimewaan Jogja telah rampung dilakukan. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pun tinggal merumuskannya saja dan RUU tersebut siap dikirim ke DPR pekan depan.

“Secepatnya setelah Pak Mendagri merumuskan yang tadi,” kata Menko Polhukam Djoko Suyanto saat ditemui di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (3/12).

Djoko mengatakan, RUU tersebut tidak mungkin dikirimkan pekan ini karena besok sudah hari Sabtu. Karena itu, kemungkinan besar, RUU itu akan diserahkan ke legislatif pada pekan depan.

“Minggu ini nggak mungkin, besok kan Sabtu. Insya Allah minggu depan,” kata Djoko.

RUU Keistimewaan Jogja ini menjadi ditunggu-tunggu karena polemik yang terjadi antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Salah satu yang utama di RUU tersebut adalah soal kedudukan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Statement SBY pada 26 November lalu soal monarki sempat membuat masyarakat Jogja meradang. Sejumlah unjuk rasa muncul karena pernyataan SBY itu. SBY sendiri sudah menjelaskan pernyataanya waktu itu melalui jumpa pers Kamis 2 Desember lalu.

Namun hasil rapat kabinet menunjukan tidak ada perubahan sikap dari pemerintah. Gubernur DIY tetap akan dipilih langsung.

SBY menegaskan, dirinya tidak berkonflik dengan Sultan. SBY dan Sultan pun telah bertemu muka setelah adanya polemik ini. Keduanya berjabat tangan dengan hangat.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT.KARTINI TEH NASIONAL (TEH DANDANG), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…