Jumat, 3 Desember 2010 08:50 WIB News Share :

Megawati raih penghargaan di Konferensi Parpol se-Asia

Jakarta–Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga mantan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, meraih penghargaaan ‘long time achievement’ dalam International Conference of Asian Political Parties (ICAPP), di Phnom Penh, Kamboja. Megawati dianggap sukses memimpin transisi demokrasi melalui pemilu presiden secara langsung, demokratis dan aman.

Rilis dari DPP PDIP, Jumat (3/12), menyebutkan penghargaan diserahkan langsung oleh PM Kamboja Hun Sen pada sidang ke-6 konferensi Kamis (1/12) malam waktu Phnom Penh.

Di Kamboja, Megawati didampingi oleh puteranya HM Prananda Prabowo, Wakil Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, dan anggota Komisi I DPR dari PDIP TB Hasanuddin.

Megawati disebut sebagai “pemimpin politik yang kuat dan tangguh” (tough and strong political leader). Selain Megawati, penghargaan serupa juga diberikan kepada mantan Presiden Filipina, Fidel Ramos.

Apresiasi juga diberikan kepada Megawati dalam kapasitasnya sebagai putri Presiden pertama RI, Soekarno. Bung Karno sangat dikenal kepeloporannya sebagai pemimpin bangsa-bangsa Asia Afrika.

Dalam sambutannya, Megawati mengatakan, Indonesia menjadi bukti bahwa demokrasi di Indonesia bisa hadir dan menjadi bagian dari transisi kepemimpinan secara demokratis dan damai.

“Itu semua tidak terlepas dari Pancasila dengan semangat kelahirannya pada tanggal 1 Juni 1945,” kata Megawati.

Megawati juga mengajak agar ICAPP dapat merumuskan visi Asia untuk masa depan yang lebih baik, aman, dan sejahtera melalui kerjasama antarpartai politik, pemerintahan, dan seluruh masyarakat Asia.

ICAPP diikuti oleh 85 partai politik yang berasal dari lebih 35 negara di Asia. Salah satu yang menjadi perhatian ICAPP adalah kerjasama antarparpol dan partisipasi perempuan di partai politik.

Di luar jadwal yang ditetapkan, Megawati juga memenuhi kunjungan kehormatan PM Kamboja Hun Sen. Hasto menggambarkan, pertemuan PM Hun Sen dan Megawati berlangsung sangat hangat dan akrab.

“Pertemuan antara Megawati dan Hun Sen memperlihatkan adanya ikatan emosional yang kuat, ditandai dengan sejarah kedekatan hubungan antara Pangeran Norodom Sihanouk dengan Bung Karno sehingga pertemuan berjalan sangat akrab,” ujar Hasto.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….