Jumat, 3 Desember 2010 20:47 WIB Pendidikan Share :

Minim fasilitas, guru olahraga dituntut kreatif

Solo (Espos)--Guru mata pelajaran olahraga dituntut kreatif dan inovatif dalam pembelajaran. Hal ini untuk menyiasati minimnya fasilitas alat dan pendukung mata pelajaran olahraga yang dimiliki sekolah-sekolah di Solo.

Ketika ditemui wartawan di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo, Rabu (1/12), Ketua Kontingan Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (Popda) SMP Solo, Heru Prayitno, mengungkapkan kondisi sarana prasarana olahraga saat ini memang minim. Alat-alat yang dimiliki sekolah tidak memenuhi standar minimal.

Namun demikian, kata Heru, ketika ada pelatihan-pelatihan bagi guru olahraga, telah ditekankan agar guru olahraga tidak menyerah dengan keterbatasan alat dan sarana pendukung.

Ia mencontohkan, jika guru akan mengajarkan mata pelajaran tolak peluru tapi sekolah tidak memiliki alatnya, guru bisa mengganti alat dengan bola kecil biasa atau kumpulan kertas yang dibuat layaknya bola.

“Hal ini tidak menjadi masalah karena dalam mata pelajaran olahraga yang dipentingkan adalah siswa mengerti awalan, gaya, teknik dan tindak lanjut suatu permainan. Jadi bukan jauhnya bola terlempar,” terangnya.

ewt

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…