Jumat, 3 Desember 2010 16:35 WIB Sukoharjo Share :

Anggaran Jamkesda tinggal Rp 100 juta

Sukoharjo (Espos)–Anggaran jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) di RSUD Sukoharjo tinggal Rp 100 juta. Dana tersebut, diperkirakan bakal habis untuk melayani warga miskin (Gakin) dalam dua pekan ke depan.

Plt Direktur RSUD Sukoharjo, Gunadi mengatakan anggaran Jamkesda senilai kurang lebih Rp 100 juta tersebut, merupakan sisa penetapan APBD-Perubahan 2010 yang dialokasikan untuk Oktober, November, dan Desember dengan total sekitar Rp 700 juta. Namun, anggaran tersebut diperkirakan tidak akan cukup melayani pasien dari warga miskin (Gakin) sampai akhir tahun ini.

“Kira-kira dengan sisa Rp 100 juta, maka pekan kedua di Desember ini sudah akan terserap semuanya. Artinya dua pekan lagi, mungkin layanan Jamkesda sudah tidak bisa diakses lagi karena dananya sudah habis,” beber Gunadi saat dijumpai wartawan di Gedung DPRD Sukoharjo, Jumat (3/12).

Kendati dana akan habis, RSUD tidak bakal menolak pasien miskin dan tetap memberikan pelayananan kepada mereka. Gakin yang berobat ke RSUD, imbuh Gunadi, akan mendapatkan keringakanan antara lain berupa penggratisan biaya pemondokan dan makan. Sedangkan untuk jasa pelayanan dan obat, pasien tetap wajib membayar.

“Kalau sudah tidak ada Jamkesda, berarti obat dan jasa pelayanan harus bayar. Soalnya, siapa yang harus mengganti obat dan jasa pelayanan kalau tidak ada yang bayar. Tapi kami akan memberi keringanan, dan kami tidak bakal mungkin menolak pasien miskin dan melayani sebaik-baiknya, semampu kami,” tegas Gunadi.

Ketika ditanya bagaimana langkah RSUD dalam mengantisipasi habisnya Jamkesda, Gunadi mengatakan RSUD berupaya menggenjot upaya preventif datangnya penyakit bagi warga. Dia berharap, warga Sukoharjo, khususnya dua pekan terakhir di Desember ini tidak banyak yang sakit.

hkt

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…