02sby
Kamis, 2 Desember 2010 19:09 WIB News Share :

Pidato SBY timbulkan kesan "politik iming-iming"

Jakarta–Dalam pidato panjang lebarnya seputar RUU Keistimewaan DIY, Presiden SBY menyebut dalam 5 tahun ke depan, Gubernur Yogya masih tetap Sultan HB X.

Pernyataan ini menimbulkan kesan SBY tengah memainkan politik iming-iming.

“Presiden memasukkan opini yang bersifat personal yang justru bisa memunculkan maslaah baru. Misalnya pernyataan SBY pribadi dan sebagai pembina Partai Demokrat bahwa Sri Sultan yang paling tepat memimpin lima tahun ke depan,” ujar pengamat politik AAGN Ari Dwipayana.

Demikian disampaikan staf pengajar UGM Yogyakarta seperti dilansir detikcom, Kamis (2/12).

“Pernyataan itu menimbulkan kesan politik iming-iming dalam logika transaksional. Untuk menyelesaikan ketegangan politik Jakarta-Yogya,” cetus Ari.

Menurutnya, pidato SBY terkesan seperti kuliah umum semata. Sebab SBY sebagai presiden tidak berani mengambil posisi yang jelas dalam perdebatan publik.

“Padahal ini tahun kedua dari dari 3 tahun yang tersisa. Seharusnya Presiden berani mengambil posisi dan menjelaskan mengapa posisi itu diambil,” terangnya.

Dia berpendapat, dengan pidato tersebut, SBY ingin membantah adanya persoalan konflik rivalitas personal dengan Sri Sultan. Selain itu, pidato itu juga merupakan penegasan penghormatan terhadap keistimewaan DIY, keraton dan masyarakat DIY.

“Poin pidato lainnya, memaparkan isu keistimewaan secara lebih komprehensif sehingga melengkapi pidato sebelumnya yang dianggap parsial oleh publik. Pidato juga membuka ruang bagi aspirasi masyarakat DIY dan Indonesia dalam penyusunan draf RUU,” tutur Ari.

Dalam pidato, SBY menjelaskan kembali soal pernyataannya 26 November lalu yang menurutnya banyak disalahpahami banyak pihak. SBY mengatakan, sebagai kepala negara, ia justru menghormati DIY.

“Justru dengan UU yang saya rancang ini untuk hormati saudara-saudara semua, untuk berikan kepastian dengan UU yang akan kita keluarkan,” kata SBY yang sesekali melihat ‘contekan’ lewat iPad tersebut.

Terkait mekanisme pengangkatan gubernur dan wakil gubernur DIY, SBY minta dicari titik temu antara pandangan pro-penetapan dengan yang pro-pemilihan langsung lewat Pemilukada.

“Apa pun model yang dipilih, berikan hak peran yang besar bagi Kesultanan dan Paku Alaman. Keistimewaan DIY juga bisa kita tarik dari itu,” ucap SBY.

SBY juga menyampaikan, pemimpin yang terbaik untuk Yogyakarta tetap Sri Sultan Hamengkubuwono X.

“Tolong dicatat tebal-tebal, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan di negeri ini, saya berpendapat bahwa untuk posisi kepemimpinan gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta lima tahun mendatang yang paling tetap Pak Sultan, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Ini posisi saya sebagai presiden,” terang SBY.

dtc/nad

Iklan Baris
  • AYLA 2015

    AYLA X Manual’2015,Hitam,AD Asli,97Jt Nego:087836352908…

  • Lowongan ADM

    DICARI : ADMINISTRASI Gudang, Min SMK Akutansi, Wanita,Kirim Lamaran : Jl.Industri Kutu No.83,Telukan,Grogol,S…

  • GRAND MAX’2014

    GRAND MAX’2014 Box Almunium,Putih,Istimewa,Harga:75Juta/Nego Hub : 08121517888…

  • Lowongan Admin Keuangan

    BUTUH : KEUANGAN Syarat : Muslimah Mengerti Laporan Keuangan/Pajak Punya Motor Kirim Data Pribadi Via email :…

  • Lowongan Waitress & Cook

    CARI WAITER/Waitress,Cook,Untuk Rest baru di Solo.Hub: 0271 – 725717…

  • SUZUKI PU’1983

    JUAL SUZUKI PU’1983 casis + mesin oke.kaleng.AD Karananyar. Harga: 13.5jt Hub:085100065102…

  • Grand Livina’2010

    GRAND LIVINA Istimewa.Manual SV’2010,Abu2.B,111jtNg:087812720838…

  • Lowongan Sales

    DIBUTUHKAN SALES Freelance,Fasilitas : Gaji & Uang Transport. Kirim Lamaran Lengkap ke : Bagian Sirkulasi…

Leave a Reply


PROMO SPESIAL
Hem Ron Kates
Hem Citra Budaya
Hem Sumping Hujan
Hem Parang Daun

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…

Switch to mobile version