Kamis, 2 Desember 2010 15:46 WIB News Share :

"Kepemimpinan terbaik hingga ke depan tetap Pak Sultan"

Jakarta–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelaskan panjang lebar tentang isu RUU Keistimewaan Yogyakarta yang akhir-akhir ini panas.

Pemimpin yang terbaik untuk Yogyakarta tetap Sri Sultan Hamengkubuwono X.

“Tolong dicatat tebal, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, saya berpendapat, untuk kepemimpinan yang terbaik hingga ke depan tetap Pak Sultan. Itu pandangan saya sebagai presiden,” kata SBY di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (2/12).

SBY berpidato secara tertulis di atas podium. Sedang para menterinya yang akan mengikuti sidang kabinet paripurna duduk berjajar di depannya. SBY ditemani naskah tertulis plus tablet layar sentuh yang terlihat jelas mereknya di layar televisi.

SBY ingin agar kedudukannya sebagai presiden dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dipisahkan. Hal itu, agar tidak terjadi dugaan politik praktis terhadapnya.

“Dan dalam kapasitas yang lain, sebagai Ketua Dewan Pembina (PD) tentu saya akan mengalirkan pandangan ini di parpol yang saya bina,” lanjut SBY.

SBY mengemukakan, RUU Keistimewaan Yogyakarta yang kini sedang digodok pemerintah itu tidak hanya membahas soal kedudukan dan masa jabatan gubernur dan wakil gubernur saja. Masih banyak keistimewaan yang lain.

“Yang sedang rancang, keistimewaan DIY dalam arti yang utuh yang dalam UU belum diatur secara eksplisit. Jadi bukan hanya soal kedudukan, masa jabatan dan cara pengangkatan,” jelas SBY.

“Meski itu penting, apakah nanti akan dipilih bagaimana yang kita maksudkan lebih dari itu, yang tengah kita pikirkan,” imbuh SBY.

Isu ini memanas setelah pernyataan SBY tentang RUU Keistimewaan Yogyakarta pada 26 November lalu. Pernyataan itu lantas dikomentari oleh Sri Sultan yang kemudian ramai di media massa.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…