Kamis, 2 Desember 2010 15:04 WIB Haji Share :

Jatah katering Fatani akan dikurangi

Jakarta–Menyusul terulangnya kasus katering basi di Madinah, jatah katering jemaah haji untuk perusahaan Al Fatani akan dikurangi.

Namun berapa persen pengurangan tersebut masih belum ditentukan. Saat ini Fatani menyediakan 30 ribu boks makanan untuk jemaah.

“Kita ambil opsi dikurangi,” kata Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi di Kantor Misi Haji Indonesia Madinah, Kamis (2/12).

Kepala Daerah Kerja Madinah Subakin Abdul Muthalib sebelumnya merekomendasikan dua hal menyikapi kasus katering basi yang kembali terjadi di Madinah.

Pertama, memutus kontrak Al Fatani karena mengulang menyediakan makanan basi. Kedua mengurangi jatah katering yang disediakan Fatani.

Zainal menjelaskan, opsi pengurangan jatah penyediaan katering diambil karena dari penelitian diketahui jatah yang harus disediakan Fatani terlalu banyak.

Selain itu juga makanan basi tersebut belum sempat dikonsumsi jemaah. Fatani, lanjut Zainal, juga sudah berusaha memperbaiki diri dengan mengganti pemanasnya (heater) setelah mendapat teguran keras karena menyajikan makanan basi pada gelombang pertama.

Menurut Supi, dalam kasus makanan basi yang terjadi Rabu (1/12) kemarin hanya lima boks yang basi, sementara yang disedikan untuk jemaah kloter 7 Banjarmasin sebanyak 450 boks.

“Ini memang kasuistis dan tidak sempat dimakan oleh jemaah sehingga tidak sampai berdampak diare,” ucap Supi.

Saat ditanya berapa persen jatah Fatani yang akan dikurangi, Supi belum bisa memastikannya. Ia menyatakan pihaknya masih akan melakukan komunikasi terlebih dulu dengan pihak katering.

“Kita tak bisa sepihak kita harus kompromikan. Tapi kira-kira yang bisa diterimalah oleh semua pihak,” ujar Supi.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…