Kamis, 2 Desember 2010 04:58 WIB Boyolali Share :

Appoli terkendala sejumlah masalah

Boyolali (Espos)--Persiapan sertifikasi level internasional oleh Aliansi Petani Organik Boyolali (Appoli) terkendala sejumlah masalah.

Sarana produksi yang terbatas serta kurangnya SDM pengelola internal disesalkan lantaran sertifikasi internasional sangat dibutuhkan terkait ekspor produk-produk pertanian organik dari Boyolali.

Demikian dikemukakan Ketua Appoli, Susatyo, kepada Espos, Rabu (1/12). Menurut Susatyo, dukungan dari pemerintah kabupaten maupun pusat masih minim terhadap para petani di dua kecamatan yakni Mojosongo dan Sambi yang menjadi wilayah pilot project lahan organik di Boyolali tersebut.

Sebagai contoh, dalam sarana produksi pertanian organik, sokongan subsidi pupuk organik dinilai akan lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk penyediaan alat-alat pembuatan pupuk organik.

Dengan bahan yang melimpah di sekitar sawah dan rumah para petani, mereka justru akan dipacu untuk lebih produktif.

“Selama ini pupuk organik dijual kepada petani dengan subsidi dari pemerintah sebesar Rp 300 per kilogram, namun tetap saja petani masih harus membeli,” tukas Susatyo.

Padahal, dengan didukung alat produksi, petani malah bisa menambah penghasilan dengan memproduksi sendiri pupuk organik untuk sawah serta dijual ke petani lain.

m92

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…