Kamis, 2 Desember 2010 17:05 WIB Wonogiri Share :

5 Juta tanaman jarak pagar siap disebar

Wonogiri (Espos)–Sebanyak lima juta tanaman jarak pagar siap dibagikan kepada petani di delapan kecamatan di Wonogiri, menyusul telah ditandatanganinya nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama pengembangan dan pengolahan jarak pagar antara Pemkab Wonogiri dengan PT Jatropha Green Energy, Kamis (2/12).

Penandatangan dilakukan di kantor PT Pura Jatropha Mandiri, induk PT Jathropa Green Energy di Kudus, antara Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto dengan Direktur PT Pura Jatropha Mandiri, Ir Agung Wibowo. Kerja sama itu meliputi budidaya, pengembangan dan pengolahan jarak pagar dengan pola kemitraan.

“Dalam kerja sama ini, PT Pura Jatropha Mandiri menyediakan bibit tanaman sebanyak lima juta batang untuk petani di delapan kecamatan, yaitu Paranggupito, Pracimantoro, Giritontro, Eromoko, Wuryantoro, Ngadirojo, Nguntoronadi dan Batuwarno,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dushutbun) Wonogiri, Sri Jarwadi, yang saat dihubungi Espos, Kamis, masih berada di Kudus dan baru selesai mengikuti acara penandatanganan MoU tersebut.

Penanaman bibit jarak pagar itu, kata Sri Jarwadi, dengan memanfaatkan lahan kosong, marjinal, tandus, atau lahan yang tidak terpakai lainnya. Pembibitan tanaman itu sudah dilakukan di Wonogiri dan kurang lebih satu juta tanaman saat ini sudah dicicil untuk ditanam di lima kecamatan, yaitu Ngadirojo, Wuryantoro, Eromoko, Pracimantoro dan Paranggupito. Sisa bibit lainnya akan mulai disebarkan kepada kelompok-kelompok tani di delapan kecamatan, Desember 2010 ini.

Menurut Jarwadi, tanaman jarak pagar yang ditanam itu apabila dirawat dengan baik akan bisa mulai dipanen pada 10 bulan pertama sejak penanaman dan seterusnya secara periodik hingga tanaman itu berumur 30-40 tahun. Hasil panen tersebut, berapapun hasilnya akan dibeli oleh PT Pura Jatropha Mandiri dengan harga Rp 2.000/kg dalam kondisi kering.

Dalam kerja sama itu, Jarwadi mengatakan PT Pura Jatropha Mandiri juga akan menempatkan perwakilan di Wonogiri. “Selain mendatangkan keuntungan ekonomis bagi petani, kerja sama pengembangan jarak pagar itu juga bermanfaat secara ekologi, memperbaiki dan menutup lahan gersang sehingga akan memperbaiki kondisi lingkungan,” ujar dia.

shs

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…