Kamis, 2 Desember 2010 12:11 WIB News Share :

20 Orang berbaju Jawa protes di rumah Boediono

Jogja–Sekitar 20-an orang dari Kawula Praja Ngayogyakarta mendatangi rumah Wapres Boediono di kawasan Sawit Sari, Blok M2, Condong Catur, Depok, Sleman, Kamis (2/12). Mereka mengenakan pakaian adat Jawa lengkap, memakai beskap, blangkon, selop, plus keris.

Maksud aksi ini untuk menengok keluarga besar Boediono dan menyatakan menolak bila Gubernur DIY dipilih dalam RUUK DIY.

Peserta aksi adalah perwakilan dari empat kabupaten dan satu kotamadya. Aksi yang dipimpin oleh Ariefman Herususeno ini menggunakan bahasa jawa kromo inggil. Saat datang mereka mengetuk pintu pagar besi sambil mengucapkan salam “Assalamualaikum” dan “Kulonuwun” sebanyak tiga kali.

Karena Boediono tidak ada di rumah dan rumah ditunggui satpam, satpam kemudian menanyakan maksud kedatangannya.

Mereka pun kemudian dipersilakan menggelar aksi di rerumputan depan rumah. Ariefman dan kawan-kawan kemudian duduk bersila menghadap ke selatan ke arah pintu rumah.

Inti dari aksi ini, untuk mengingatkan bahwa Boediono pernah tinggal lama di Jogja ketika menuntut ilmu hingga menjadi guru besar FE UGM. Saat kuliah, Boediono juga pernah merasakan mengikuti perkuliahan di Pagelaran Kraton, yang dulu digunakan oleh UGM.

Ariefman juga mengingatkan mengapa Boediono secara tega melihat Jogja yang telah diobok-obok dan dibikin dipermalukan oleh orang-orang yang sengaja tidak mau melihat sejarah Jogja.

“Kami prihatin dengan berlarut-larutnya pembahasan RUUK dan kami menginginkan Sultan dan Paku Alam ditetapkan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Dan kami menolak dengan pemilihan,” ujar Ariefman.

Usai membacakan pernyataannya Ariefman kemudian menyerahkan pernyataan kepada satpam agar disampaikan kepada Boediono. Satpam itu kemudian mengucapkan terima kasih dan berjanji akan menyampaikan pada Boediono.

Usai bersalaman dengan satpam, peserta aksi yang memulai aksi pada pukul 10.30 WIB kemudian membubarkan diri pada pukul 10.45 WIB. Tak tampak penjagaan dari polisi berseragam dalam aksi ini.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…