Rabu, 1 Desember 2010 13:02 WIB News Share :

SBY perintahkan perangi mark-up

Jakarta–Presiden SBY meminta upaya pencegahan korupsi secara intensif dilakukan di lembaga negara pemilik anggaran besar. Utamanya dalam pengadaan barang dan jasa. Jangan sampai triliunan rupiah uang negara hilang karena praktek tercela mark-up.

“Kita perangi budaya mark-up. Ribuan triliunan uang negara hilang karena mark-up,” kata SBY dalam sambutan di acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi 2010 yang digelar KPK di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/12). Acara ini dihadiri oleh para menteri dan pejabat negara.

Mark-up itu, lanjut SBY, dengan modus menggelembungkan anggaran negara, kemudian uangnya masuk kantong dan dibagi-bagi.

“Harusnya kita bisa membuat bangunan banyak untuk publik tetapi hanya bisa tiga,”  SBY mencontohkan.

SBY menjelaskan, pemberantasan korupsi harus terus dilanjutkan mulai dari sistem regulasi dan pengawasan yang efektif.

“Penggunaan dan pembelanjaan uang negara harus dioptimalkan dan diefisienkan, tidak melakukan pemborosan dan penghambur-hamburan,” tutupnya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….