Rabu, 1 Desember 2010 13:16 WIB News Share :

Peringati Hari AIDS, 120 siswa SMP jalan mundur

Surabaya–Sebanyak 120 siswa SMP Ta’miriyah, Surabaya melakukan aksi jalan mundur memperingati Hari AIDS se-dunia sepanjang 200 meter, Rabu (1/12).

Dimulai dari seberang Masjid Kemayoran di Jalan Indrapura dan berhenti di depan kantor Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (P4K), Surabaya para siswa berjalan mundur sambil mengenakan kaca mata hitam.

Dipilihnya kedua tempat tersebut dinilai karena masjid sebagai laboratorium spiritual. Sedangkan, kantor P4K di dalamnya terdapat rumah sakit kulit dan kelamin sebagai simbol akibat perilaku seks bebas.

“Jalan mundur sambil berkaca mata hitam menggambarkan betapa remaja di Surabaya dan Indonesia kini menjadi buta dan mengalami dekadensi moral,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Eko Santoso.

Di depan kantor P4K, para siswa membentangkan spanduk bertuliskan imbauan dan bentuk keprihatinan tentang pergaulan bebas remaja saat ini.

Selain itu, mereka juga melakukan aksi tabur bunga sebagai ungkapan duka mendalam masyarakat atas meningkatnya perilaku dan pergaulan bebas di kalangan remaja.

“Kami prihatin dan sangat menyayangkan setelah melihat data 2010 dari BKKBN yang menempatkan Surabaya sebagai posisi puncak dalam urusan perilaku seks remaja dengan 54 persen. Terus terang kami sangat menyesalkannya,” tukas Eko.

Di samping itu, para siswa juga melakukan orasi dan membaca puisi sebagai bentuk keprihatinan. Di akhir aksi, bacaan shalawat dan berdoa bersama-sama dikumandangkan.

Sementara, salah satu siswa, Denia Assegaf mengaku, aksi yang dilakukan bersama kawan-kawannya ini diharapkan bisa menyadarkan dan mengingatkan remaja – remaja Surabaya untuk tidak berperilaku dan bergaul secara bebas.

“Kami harap dengan peringatan Hari AIDS sedunia kali ini, remaja di Surabaya pada khususnya, bisa menghindarkan diri dari sikap dan perilaku yang terlalu bebas dan kebarat-baratan,” ucap siswi kelas IX tersebut.

ant/rif

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…