Rabu, 1 Desember 2010 08:15 WIB Solo Share :

Pagi ini, Hendra Yauw bagi-bagi jamu HIV/AIDS

Solo (Espos)–Herbalis Soloraya, Hendra Yauw akan melakukan aksi bagi-bagi jamu/obat herbal untuk penderita HIV/AIDS, Rabu (1/12) pagi ini di Klenteng Tien Kok Sie dekat Pasar Gede Solo.

Kegiatan dilakukan untuk memperingati Hari HIV/AIDS se-dunia. Dalam jumpa pers di Kelenteng Tien Kok Sie, Selasa (30/11), Hendra menyediakan 100 botol obat hasil ramuan 12 jenis tanaman asli Indonesia. Tiap botol terdiri 40 kapsul obat yang dapat dikonsumsi selama 10 hari. Ramuan herbal itu berfungsi meningkatkan daya tahan atau kekebalan tubuh penderita HIV/AIDS.

“Bila rutin mengkonsumsi satu botol obat ini kekebalan tubuh akan meningkat drastis dalam 10 hari. Bila dikonsumsi dalam waktu sebulan kekebalan tubuh akan kembali normal di atas 410 CD4,” ujarnya.

Dia menambahkan obat herbal diramu dari tanaman seperti Sambiloto, temu lawak dan Pegagan. Namun dia ‘ogah’ menyebutkan seluruh jenis tanaman yang diramu untuk membuat obat herbal.

Hendra menjelaskan keterampilan meramu obat herbal diperoleh dari orangtuanya yang berasal dari Tiongkok. Laki-laki yangh juga memiliki kemampuan meramal tersebut telah berkecimpung dalam dunia herbal 20 tahun terakhir. Sedikitnya 200 penderita HIV/AIDS dari Soloraya dan berbagai daerah di Tanah Air telah mengkonsumsi obat herbal laki-laki yang tinggal di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo itu. Dari 200 pasien 50 persen di antaranya kekebalan tubuhnya telah normal.

Hendra menegaskan obat herbal karyanya telah diuji Departemen Kesehatan tahun 2008. Hasilnya obat herbal Hendra layak konsumsi. Bila tidak ada perubahan Desember ini dia akan melakukan aksi serupa di Papua atas undangan otoritas di sana.

“Selain HIV/AIDS obat herbal ramuan saya juga bisa untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti jantung atau demam berdarah,” ungkapnya. Salah satu pasien Hendra, Ul asal Jogja mengaku kekebalan tubuhnya meningkat jadi 300 CD4 dari sebelumnya 54 CD4.

kur

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…