Rabu, 1 Desember 2010 17:04 WIB Hukum Share :

Keluarga shock saat jenguk tersangka teroris

Solo (Espos)–Pihak keluarga mengaku shock saat menjenguk dua tersangka Muhammad Bahrunna’im dan Joko Daryono di Polda Metro Jaya. Di sisi lain, Tim Pembela Muslim (TPM) Jateng tidak dapat leluasa mendampingi keluarga sekaligus menjenguk tersangka di Jakarta.

Demikian ditegaskan Menurut perwakilan TPM Jateng, Budi Kuswanto kepada Espos, Selasa (30/11) malam. Densus 88 anti teror hanya memberikan waktu selama satu jam terhadap keluarga.

“Karena terbatasnya waktu itu, mereka sangat shock. Selain tak leluasa berbicara banyak, saat berbicara pun diawasi ketat oleh Densus 88 anti teror,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Densus 88 anti teror menolak dengan tegas untuk membuka garis polisi di rumah kedua tersangka. Pasalnya, hal tersebut sudah berada di wilayah penyidik.

“Pada kesempatan ini, kami memberikan surat permohonan membuka garis polisi. Tapi, oleh Densus 88 tidak diterima,” katanya.

Dia mengatakan, upaya membuka garis polisi di rumah kedua tersangka dianggap sesuatu yang mendesak dilakukan. Dengan dibukanya garis polisi, diharapkan pihak keluarga mendapatkan akses menuju rumah mereka sendiri.

“Perlu diketahui juga, kamipun tidak dapat bertemu dengan tersangka. Jadi, yang diperbolehkan bertemu dengan tersangka adalah keluarga yang terdiri dari isteri dan anak mereka. Padahal, kami ingin tahu juga soal status hukum mereka,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun Espos, TPM Jateng bersama-sama perwakilan keluarga menjenguk kedua tersangka yang ditangkap Densus 88 anti teror awal pekan kemarin. Rombongan tiba di Polda Metro Jaya, Selasa (30/11) pagi.

Kedatangangan rombongan tersebut dalam rangka menjenguk tersangka pembawa amunisi dan Bendahara Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Dua tersangka yang didampingi TPM, yakni pembawa amunisi, Muhammad Bahrunna’im dan Bendahara JAT, Joko Daryono, yang ditangkap Densus 88 anti teror belum lama ini.

pso

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…