Rabu, 1 Desember 2010 00:19 WIB Wonogiri Share :

Kapolres
Ubah pengiriman setoran

Wonogiri (Espos)--Kapolres Wonogiri AKBP Nanang Avianto meminta pemilik stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengubah mekanisme pengiriman setoran hasil penjualan.

Pengubahan mekanisme itu diharapkan menekan tindak kriminalitas yang mulai mengincar SPBU di Wonogiri.

Kapolres juga meminta pemilik SPBU menyiapkan petugas keamanan atau Satpam di lokasi. Menurut analisa sementara, ujarnya, dua lokasi SPBU yang menjadi sasaran pelaku perampokan di Wonogiri berada di lokasi terasing. Keterasingan itu akan memancing pelaku kejahatan untuk melaksanakan niat.

Saat ditemui Espos usai menanam bibit pohon trembesi di <I>greenbelt<I> Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri di Grobog, Wuryorejo, Wonogiri, Kapolres, Selasa (30/11) menyatakan peran Satpam SPBU sangat penting untuk mengatasi kejahatan.

“Coba mekanisme setoran hasil penjualan diubah sehingga seluruh hasil penjualan bisa dimasukkan ke bank saat itu. Paling tidak, jangan ada kesan jumlah uang tersimpan di SPBU cukup banyak.”

Kapolres menilai dua kejadian perampokan di Wonogiri bisa jadi menjadi tren dan bisa jadi tidak. Kapolres berharap peran aktif masyarakat dalam menciptakan keamanan lingkungan lebih ditingkatkan.

Diberitakan, belum genap satu bulan, kejadian perampokan terjadi di Kantor SPBU 44.576.03, Ploso, Kedunggupit, Sidoharjo, Senin (29/11) dinihari.

Tidak ada korban jiwa pada kejadian itu, namun uang tunai senilai Rp 3 jutaan amblas dibawa kabur dan dua handphone milik Arman.

tus

lowongan pekerjaan
PT.KARTINI TEH NASIONAL (TEH DANDANG), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…