Rabu, 1 Desember 2010 15:06 WIB Pendidikan Share :

Dipertanyakan, molornya pencairan BPMKS

Solo (Espos)--Kepala sekolah mempertanyakan molornya pencairan Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) periode Juli-Desember yang awalnya dijanjikan akan cair pada Rabu (24/11).

Ketika ditemui wartawan di Puspolanggeng, Jebres, Solo, Kepala SD Islam Cokroaminoto, Pasar Kliwon, Solo, Asmuni, mengungkapkan pada Rabu (1/12), dirinya baru saja mengecek rekening sekolah untuk mengetahui apakah BPMKS periode Juli-Desember sudah cair apa belum. Tapi hingga Rabu belum cair.

“Saya heran, dari beberapa pekan lalu kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga mengatakan BPMKS akan segera cair. Bahkan pernah mengatakan cair pada Rabu kemarin, tapi nyatanya hingga kini belum cair,” ungkapnya.

Ia mempertanyakan apa sebenarnya yang menjadi permasalahan utama sehingga pencairan BPMKS sangat lambat. Padahal penandatanganan memorandum of understanding (MoU) oleh kepala sekolah sudah dilakukan sejak beberapa pekan lalu. Hal itu berarti, data dari sekolah sudah lengkap dan tinggal pemberkasan di Disdikpora, lalu di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD). “Dari dulu kok finalisasi terus, kapan selesainya,” kata Asmuni.

Menurutnya uang itu akan segera digunakan sekolah untuk memenuhi kebutuhan siswa, khususnya bagi mereka yang ada di sekolah swasta. “Orangtua siswa juga sudah menanyakan kapan cairnya BPMKS. Jadi saya sangat berharap BPMKS segera cair,” jelasnya.

Menanggapi belum cairnya BPMKS periode Juli-Desember, Kepala Disdikpora Solo, Rakhmat Sutomo, mengungkapkan saat ini masih dalam tahap verifikasi akhir di DPPKAD. Jika semua sudah beres, akan segera dicairkan.

Rakhmat meminta agar masyarakat, khususnya kepala sekolah, memaklumi hal ini. Pasalnya tahun 2010 merupakan tahun pertama pencairan BMPKS sehingga sistemnya belum rapi. Saat ini, ada beberapa macam jenis BPMKS yang semuanya harus dilengkapi datanya. Yaitu BPMKS periode Juli-Desember, BPMKS periode Januari-Juni yang belum cair, BPMKS alih jenjang, BPMKS di luar database.

“Karena banyak jenisnya, pekerjaannya juga banyak. Sebenarnya pemberkasan untuk mengurus pencairan BPMKS sudah dikebut. Jika sebelumnya DPPKAD hanya mau menerima data per jenis secara lengkap, saat ini ketika ada data yang selesai di Disdikpora, langsung diserahkan ke DPPKAD. Tujuannya untuk mempercepat pencairan,” terangnya.

Asmuni juga menerangkan, di Puspolanggeng dia baru saja mengikuti pertemuan yang dihadiri kepala sekolah dari Kecamatan Jebres, Pasar Kliwon dan Serengan, untuk mendapatkan sosialisasi dari Disdikpora tentang pembuatan proposal BPMKS siswa kelas I dan BPMKS susulan.

ewt

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…