Rabu, 1 Desember 2010 12:31 WIB Ekonomi Share :

BPS
Inflasi November mencapai 0,6%

Jakarta–Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan November 2010 mencapai 0,6%. Besaran inflasi Januari-November 2010 sebesar 5,98%, sementara inflasi year on year 6,33%.

“Inflasi lebih banyak dari harga komoditas. Tinggi karena sudah ada kenaikan harga-harga barang pokok,” ujar Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Soetomo, Jakarta, Rabu (1/12).

Dikatakan Rusman dari 66 kota, sebanyak 61 kota mengalami inflasi, dan 5 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhoksumawe sebesar 2,64% dan Sibolga 1,9 %, terendah terjadi di Probolinggo 0,6%. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Maumere sebesar 0,29%, dan terendah terjadi di Manokwari sebesar 0,25%.

“Sumbangan inflasi tertinggi dari harga beras. Dari inflasi 0,6%, beras menyumbang 0,12% karena sepanjang November harganya naik sampai 2%,” cetus Rusman.

Kemudian, harga cabai menyumbang inflasi 0,1% karena harganya naik 12,16%, lalu bawang merah menyumbang inflasi 0,07% karena harganya naik 14%, perhiasan menyumbang inflasi 0,05% karena harganya naik 2,5%, minyak goreng menyumbang inflasi 0,04% karena harganya naik 3,31%, dan rokok menyumbang inflasi 0,02% karena harganya naik 0,84%.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…