Selasa, 30 November 2010 14:48 WIB Solo Share :

Walking street Gatsu Solo mampu tampung 1.500 UMKM

Solo (Espos)–Walking street di sepanjang koridor Jl Gatot Subroto (Gatsu) Solo yang akan dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diperkirakan mampu menampung sekitar 1.500 jenis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bengawan. Konsep yang akan dibentuk untuk aktivitas di walking street itu adalah mlaku-mlaku bengi (jalan-jalan malam-red).

Hal tersebut dikemukakan Walikota Solo Joko Widodo saat dimintai konfirmasi terkait rencana pembangunan walking street di Jl Subroto, Selasa (30/11).

Walikota menjelaskan aktivitas perdagangan walking street dengan konsep mlaku-mlaku bengi itu akan difungsikan setiap hari setiap malam. Khusus siang hari, lanjut Walikota, aktivitas bisnis hanya menggunakan tepian jalan atau trotoar. Malam hari, imbuh dia, badan jalan baru digunakan untuk aktivitas bisnis tambahan di sepanjang jalan tersebut.

“Jadi kalau siang hari, yang boleh digunakan untuk aktivitas bisnis adalah di tepian jalan atau trotoar. Nah kalau malam hari, tengah jalan boleh dipakai berjualan,” terang Walikota kepada wartawan di Balaikota Solo.

Rencana berikutnya, dijelaskan Walikota, Pemkot akan mengalihkan konsep pasar malam atau night market Pasar Ngarsapura ke walking street di Jl Gatot Subroto tersebut.

“Rencana besarnya, Pasar Ngarsapura nanti hanya akan menjadi ruang publik atau public space dan untuk arena-arena kesenian. Sedangkan aktivitas bisnis Pasar Ngarsapura akan digeser ke walking street,” papar Walikota.

Lebih lanjut Walikota menyebutkan pembangunan walking street di sepanjang koridor Jl Gatot Subroto yang jaraknya sekitar 600 meter itu, diperuntukkan bagi kalangan pengusaha skala mikro, kecil dan menengah, serta pedagang kaki lima (PKL).

“Konsepnya adalah mlaku-mlaku bengi. seperti kawasan Malioboro, Jojga atau kawasan Pasar Malam Ngarsapura di Timuran, Solo, namun jenis usahanya adalah nonkuliner misalnya kerajinan tangan atau handycraft. Sebab untuk jenis usaha kuliner, Solo sudah punya Galabo (Gladak Langen Boga-red). Kalaupun ada jenis usaha makanan, tapi khusus makanan ringan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Solo, Agus Djoko Witiarso menambahkan pembangunan kawasan walking street akan segera dilaksanakan tahun 2011 menyusul kepastian dari pemerintah pusat terkait pencairan dana senilai Rp 10 miliar dari APBN ad hoc melalui Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS).

“Pembangunan akan diawali dengan penataan kawasan di Jl Gatot Subroto tersebut,” tandasnya.

sry

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…