Selasa, 30 November 2010 12:52 WIB News Share :

PVMBG
Intensitas letusan Gunung Bromo turun

Probolinggo–Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa intensitas letusan Gunung Bromo (2.329 mdpl), Selasa (30/11), mulai menunjukkan tanda-tanda menurun.

Kepala Bidang Mitigasi Bencana Geologi Dari PVMBG Gede Suantika, mengatakan, secara umum intensitas letusan Gunung Bromo yang mulai terjadi sejak 27 November mulai menurun sampai pada 29 November sekitar pukul 20.00 WIB.

“Sisanya tinggal kepulan asap yang ringan yang didominasi oleh uap air dan debu,” paparnya.

Menurut dia, abu vulkanik yang kemudian disusul hujan abu terjadi pada Senin (29/11) malam dibawa oleh arah angin ke timur laut atau tepatnya dari punjak Cemaralawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Sedangkan hujan abu mulai, Selasa pagi (30/11), berganti arah ke utara atau menuju bukit penanjakan satu atau ke Kabupaten Pasuruan.

“Mulai pagi hingga siang ini, arah abu vulkanik menuju Probolinggo ke Pasuruan,” ucapnya mengungkapkan.

Gede menjelaskan bahwa dikatakan menurun karena gempa tremor yang berlangsung Senin (29/11) ampilutodonya sampai 15 mm, namun sejak Selasa (30/11) dini hari menurun hingga 4-5 mm.

Begitu juga dengan gempa vulkanik pada 29 November jumlahnya 28 kali, namun pada 30 November terekamnnya hanya sebanyak 6 kali. “Namun untuk amplitudo maksimum gempa vulkahnik 36 mm, tetap besar seperti kemarin,” katanya menegaskan.

Secara keseluruhan, lanjut Gede, intensitas letusan Gunung Bromo sudah menurun. “Dihitung dari amplitudo gempa tremor dari 12 menjadi 5. Sedangkan ketinggian kepulan asapnya dari 800 meter menjadi 300 meter,” ujarnya.

Namun demikian, kata Gede, dimungkinkan tetap naik lagi, sehingga statusnya tetap awas dan terus menjaga kesiapsiagaan.

Berdasarkan data dari Media Centre Badan Nasional Penanggalangan Bencana (BNPBP) Gunung Bromo, terhitung pada Senin (29/11) sejak pukul 00.00 – 06.00 WIB, terjadi 6 kali gempa vulkanik ringan dengan amplitudo mencapai 12 hingga 36 milimeter.

Adapun lama gempa rata-rata antara 10 hingga 28 detik. Gempa tremor juga masih terus terjadi dengan jumlah amplitudo 2 hingga 5 milimeter.

Sedangkan ketinggian asap dan abu yang dikeluarkan dari kawah Gunung Bromo mulai 200 hingga 300 meter. Cuaca agak mendung dengan arah angin mengarah utara (Kabupaten Pasuruan).

ant/rif

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…