Selasa, 30 November 2010 14:15 WIB Sragen Share :

Puluhan pengemudi Angkot 02 Sragen unjuk rasa

Sragen (Espos)–Puluhan pengemudi angkutan kota (Angkot) jalur 02 (Pasar Bunder-Bulu, Sidoharjo) menggelar aksi protes di depan Gedung Dewan Sragen, Selasa (30/11). Mereka menuntut agr bus AKAP dan AKDP tidak menurunkan penumpang di dalam kota.

Puluhan pengemudi membawa 27 unit armada Angkot dan memarkir di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen. Mereka berencana menghadang bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang sengaja melanggar rambu-rambu dengan masuk Kota Sragen dari jalur barat.

Ulah bus AKAP dan AKDP itu disinyalir berdampak pada menurunnya penghasilan para pengemudi Angkot sampai hamir 50%. Seorang tokoh paguyuban Pengemudi Angkot jalur 02, Sutardi, 50, saat ditemui wartawan, Selasa, seusai aksi mengatakan ulah bus AKAP dan AKDP berlangsung sejak satu pekan terakhir. Berdasarkan rambu-rambu yang ada, terangnya, dua jenis bus itu mestinya melalui jalur ringroad utara dan hanya menurunkan penumpang di Pertigaan Pungkruk Sidoharjo dan Terminal Pilangsari.

“Namun belakang beberapa bus kadang-kadang nekat masuk kota dan menurunkan penumpang di dalam kota. Para penumpang yang biasa turun di Pungkruk mestinya bisa naik Angkot dan bisa menambah penghasilan kami. Namun sejak ulah bus itu, penghasilan kami berkurang banyak, hampir 50%,” ujarnya.

Menurut dia, para pengemudi Angkot jalur 02 menuntut agar rute dan rambu-rambu bus AKAP dan AKDP dipatuhi. Aksi unjuk rasa itu hanya berjalan sekitar 15 menit. Sejumlah personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen yang dipimpin Kasatlantas AKP Wajiman langsung bernegosiasi terkait permasalahan itu. Setelah Kasatlantas memberi penjelasan, akhirnya massa pengemudi Angkot 02 bisa dibubarkan.

“Mereka kami beri penjelasan tentang permasalahan itu. Kami juga akan menempatkan personel di pertigaan Pungkruk meskipun di sana sudah dipasang rambu-rambu. Jika ada bus yang terbukti melanggar, tetap kami tindak. Permasalahannya bus itu masuk kota kadang-kadang, sehingga sulit untuk mendeteksi pelanggarannya,” tambah AKP Wajiman mewakili Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra.

trh

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…