Selasa, 30 November 2010 01:21 WIB Hukum Share :

Polisi gerebek arena judi dadu di Danukusuman

Solo (Espos)–Jajaran Polsek Serengan menggerebek arena judi dadu di Pos Ronda Danukusuman, Serengan, akhir pekan lalu. Seorang bandar judi bernama Suparno alias Brintik, 51, warga Dawung Tengah langsung diringkus polisi saat penggerebekan.

Menurut Kapolsek Serengan, Kompol Kaharudin didampingi Kanitreskrim, Iptu Widodo mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Nana Sudjana penggerebekan yang dilakukan pukul 03.15 WIB tersebut berawal dari laporan warga setempat di waktu sebelumnnya. Sejumlah warga mengaku cukup resah dengan perbuatan pejudi. Tempat kejadian perkara (TKP) disinyalir sering dijadikan sebagai arena judi.

“Ada laporan masuk, dalam waktu tak lama kami langsung mengecek TKP. Setelah dipastikan kebenarannya, kami pun bergerak cepat dengan menggerebek arena itu. Ada satu orang yang berhasil kami ringkus, yakni Suparno alias Brintik. Dia bertindak sebagai bandar dadu. Sedangkan, empat pemasang berhasil melarikan diri,” tegas dia saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (29/11).

Menurut dia, selain menangkap satu tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti (BB) berupa uang tunai Rp 176.000, satu set dadu, dan 4 pasang sandal jepit. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Serengan untuk kepentingan penyidikan.

“Dia akan kami jerat dengan Pasal 303 KUHP tentang Perjudian,” katanya.
Menurut pengakuan tersangka, Brintik, aksi judi tersebut dilangsungkan secara mendadak saat dirinya bersama empat temannya berkumpul di sebuah pos ronda. Untuk mengisi waktu luang, dirinya menggelar arena judi di TKP.

“Baru sekali ini. Sejak awal memang saya memilih judi dadu, karena waktu memperoleh uang lebih cepat dibandingkan judi jenis lainnya,” katanya.

Dia mengatakan, setiap kali putaran, uang taruhan yang bergulir berkisar Rp 1.000 hingga Rp 10.000. Modal judi tersebut rata-rata diambil dari hasil bekerja seharian penuh.
“Dalam kesehariannya saya hanya bekerja sebagai pedagang. Uang itu ya hasil saya berdagang. Namanya, judi terkadang menang dan terkadang kalah. Besarnya uang kemenangan dan kekalahan tidak pasti,” ujar dia.

pso

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…