Selasa, 30 November 2010 01:16 WIB Solo Share :

Penghuni Kentingan Baru tunggu respons UNS

Solo (Espos)–Penghuni lahan Kentingan Baru, Jebres, menunggu respons Universitas Sebelas Maret (UNS) perihal permintaan dialog mengenai ambrolnya pagar kampus sisi timur awal November ini.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Paguyuban Bina Masyarakat Kentingan Baru, Wiwik Tri Setyoningsih, saat ditemui <I>Espos<I> Senin (29/11) di kediamannya. “Kami masih menunggu UNS. Tapi kami minta bisa segera disikapi,” katanya. Poin agenda pertemuan penghuni Kentingan Baru dengan UNS membahas kemungkinan pemberian bantuan. Sebelumnya belasan penghuni lahan Kentingan Baru dirugikan oleh banjir besar yang dikarenakan ambrolnya pagar kampus.

Saat ditanya berapa nominal dana bantuan yang diinginkan Wiwik menolak menyampaikan. Dia malah bercerita panjang ihwal dampak terjangan banjir. Dia menegaskan sampah penghuni lahan Kentingan Baru rutin dibersihkan sehingga tidak mungkin menyebabkan gorong-gorong atau saluran mampet. Menurutnya warga ingin berdialog langsung dengan pimpinan universitas. Namun berdasar koordinasi terakhir dengan UNS, kemungkinan besar penghuni lahan akan bertemu bagian Humas Kampus.

Pada bagian lain, Pembantu Rektor II UNS, Sholahuddin mengaku telah membentuk tim teknis untuk bertemu dan berdialog dengan penghuni lahan. Mengenai kerusakan pagar sepanjang 25 meter menurutnya segera diperbaiki kendati belum pasti berapa dana yang akan digunakan. Hingga kini bagian pagar kampus yang ambrol hanya ditutup seng yang notabene mudah jebol bila terjadi genangan air. Akibatnya warga sekitar pagar merasa khawatir terjadi banjir susulan.

Selain mobil Daihatsu Hijet yang terbalik, beberapa sepeda motor penghuni lahan juga rusak diterjang banjir. Aneka peralatan rumah tangga seperti kompor dan piring mengalami nasib sama. Yang paling parah adalah kerugian berupa rasa trauma yang dialami penghuni lahan utamanya saat hujan deras. “Dulu saya sampai terseret arus. Mudah-mudahan tidak banjir lagi. Gorong-gorong harus bersih dari sampah,” ajak Sukarsih salah seorang penghuni Kentingan Baru.

kur

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…