Selasa, 30 November 2010 15:32 WIB Klaten Share :

Dampak Merapi, PLN Klaten rugi Rp 2,3 miliar

Klaten (Espos)–PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Klaten mengklaim mengalami kerugian senilai Rp 2,3 miliar akibat rusaknya perangkat jaringan listrik selama erupsi Gunung Merapi.

Manager Area PT PLN APJ Klaten, I Ketut Wiryana dalam jumpa pers yang digelar, Selasa (30/11), mengatakan sejumlah perangkat jaringan listrik yang rusak selama erupsi Gunung Merapi meliputi sistem jaringan tegangan menengah (JTM), jaringan tegangan rendah (JTR), trafo, tiang, dan instalasi.

“JTM yang padam sepanjang 99,6 kms, sementara JTM yang rusak sepanjang 18,2 kms. Sementara JTR yang padam sepanjang 148,6 kms dan JTR yang rusak sepanjang 9,8 kms. Jumlah trafo yang padam sebanyak 193 buah, sementara jumlah trafo yang rusak sebanyak 22 buah,” terang I Ketut didampingi Analis Humas PLN APJ Klaten, Santoso.

Adapun total kerugian yang diklaim PLN APJ Klaten akibat rusaknya perangkat jaringan listrik itu senilai Rp 2,3 miliar. I Ketut menjelaskan, akibat rusaknya perangkat jaringan listrik tersebut sebanyak 14.629 pelanggan PLN mengalami pemadaman.

Menurutnya, pascaletusan Gunung Merapi, PLN Klaten sudah berupaya memperbaiki perangkat jaringan yang rusak. Akan tetapi, I Ketut mengakui perbaikan perangkat jaringan listrik itu belum mencakup semua kawasan tertutama di Desa Balerante Kecamatan Kemalang yang berjarak sekitar lima kilometer dari puncak Merapi.

“Di Balerante, aliran listrik kepada 254 pelanggan masih padam. Delapan buah trafo, JTM sepanjang 8,6 kms, dan JTR sepanjang 5,4 kms masih rusak. Kami belum bisa memperbaikinya karena kawasan itu masih terlarang bagi siapapun,” urai I Ketut.

Sementara itu, Santoso mengatakan PLN APJ Klaten memberikan kemudahan khusus kepada pelanggan yang menjadi korban letusan Gunung Merapi. Bagi para pelanggan yang rumahnya mengalami rusak berat, PLN membebaskan tagihan rekening listrik. PLN juga menggratiskan pemasangan instalasi litrik bagi pelanggan tersebut di manapun berada. Tidak hanya itu, PLN juga memberikan toleransi pembayaran rekening listrik hingga tanggal 20 Januari 2011 bagi para pelanggan yang sempat mengungsi karena tinggal di radius 20 km dari puncak Merapi.
“Khusus bulan November dan Desember, PLN memberikan potongan biaya beban senilai Rp 10%,” ujar Santoso.

mkd

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…