Senin, 29 November 2010 19:42 WIB News Share :

Tiga pasang pengantin Merapi pun nikah bareng

Bantul--Tiga pasang pengantin yang meliputi pengungsi dan relawan bencana erupsi Gunung Merapi, Senin menikah bareng di Luxor Futsal Pyramid, Kabupaten Bantul,Daerah Istimewa Yogyakarta.

Palang Merah Indonesia, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memprakarsai  menikahkan tiga pasang pengantin yang merupakan pengungsi maupun relawan dalam bencana Gunung Merapi.

“Kegiatan ini dalam rangka meringankan beban penderitaan sesama umat manusia terlebih para korban sekaligus berbagi kasih terhadap sesama dalam program tanggap darurat dan recovery Merapi,” kata Ketua Panitia Nikah Bareng, Ryan Nuryanto di Bantul.

Ryan yang juga sebagai relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Sewon, mengatakan kegiatan yang bertema ‘Ayo Bangkit Gapai Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Sentosa’ ini bertujuan untuk memfasilitasi mereka yang tidak mampu dan hingga saat ini masih tinggal di posko
pengungsian.

“Sebelumnya banyak di antara pasangan calon pengantin ketika sebelum terjadi bencana mempunyai rencana pada November bertepatan dengan bulan haji ini akan melangsungkan pernikahan,” katanya.

Ia mengatakan, tiga pasang pengantin yaitu Sri Rahayu (pengungsi) warga Gadingan, Argomulyo, Cangkringan, Sleman dengan Supriyanto (relawan) warga Sitimulyo Piyungan, Bantul.  Umi Rahmawati (pengungsi) warga Pandan Cangkringan Sleman dengan Yuli Susanto (relawan) warga Sitimulyo Piyungan Bantul.

Kemudian, kata dia sepasang pengantin yang merupakan relawan yaitu Siswanti (relawan PMI Sewon) warga Trirenggo Bantul dengan Anang Sugiyarto (relawan Yogyakarta) warga Pakualaman, Yogyakarta.

“Para pengantin tersebut dikirab dengan kereta berkuda dari tempat posko pengungsian di Pondok pesantren Lintang Songo Sitimulyo, Piyungan menuju pelaminan di Luxor Futsal Pyramid,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia supaya kegiatan nikah bareng ini menjadi berkah dan semakin dikenang sepanjang masa, maka mahar atau mas kawin pernikahan tidak hanya seperangkat alat shalat tetapi juga foto erupsi Merapi.

Ia mengatakan, sebelumnya pada 28 November lalu telah digelar ritual Pinyuwunan Pengantin (kenduri dan umbul dongo) berikut santunan bersama para pengungsi dan anak yatim piatu beserta masyarakat di Ponpes Piyungan Bantul dengan harapan agar pernikahan mendapat ridho dari Allah SWT.

“Kami berharap dengan mementum ini dapat membangkitkan semangat para pengungsi atau korban merapi untuk bangkit menata hidup lebih baik lagi dengan sakinah dan sejahtera lahir batinnya dan memupuk rasa kesetiakawanan sosial dan kebangsaan,” katanya.

Ant/tya

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….