Senin, 29 November 2010 05:28 WIB Sport Share :

Roger Federer tundukkan Rafael Nadal dalam 3 set

London–Gelar juara dipastikan menjadi milik Roger Federer setelah menundukkan Rafael Nadal dalam duel tiga set di babak final. Titel ini adalah yang kelima buat petenis asal Swiss tersebut.

Memainkan partai puncak di O2 Arena, London, Senin (29/11) dinihari WIB, Federer memenangi pertandingan dengan 6-3 3-6 6-1. The Swiss Maestro tercatat tiga kali merebut break point.

Seperti yang diprediksi sebelumnya, pertandingan berjalan seru dan ketat. Kedua petenis berhasil saling memperoleh angka hingga kedudukan 3-3.

Dua ace Federer membuat petenis Swiss itu kini unggul 4-3. Ia semakin menjauhi Nadal setelah berhasil merebut break point.

Akhirnya Federer merebut set pertama. Backhand silangnya gagal di antisipasi Nadal dan memenangi periode ini dengan skor 6-3.

Di set kedua Nadal berhasil bangkit dan memenanginya juga dengan angka 6-3 dalam 34 menit. Ia berhasil unggul 4-1 dan mematahkan servis Federer di game ketiga.

Federer lantas mengejar ketertinggalannya hingga kedudukan 3-5. Akan tetapi servis hebat Nadal sukes menutup set ini dengan kemenangan untuknya.

Permainan ketat kembali ditunjukkan kedua petenis. Federer yang servis pertama sukses merebut break point sehingga unggul 3-1.

Laga semakin sulit buat Nadal. Federer kembali merebut game berikutnya dan kembali merebut break poin dan kini ia unggul 5-1.

Sebuah pukulan voli ke area kosong Nadal bikin Federer unggul 40-0 di game terakhir. Sebuah forehand-nya di match point sukses menutup set ketiga 6-1 sekaligus gelar juara dan hadiah senilai 1,6 juta dolar AS.

Titel ini adalah yang kelima buat FedEx. Empat gelar sebelumnya pernah ia raih pada tahun 2003, 2004, 2006 dan 2007.

Buat Nadal, ini adalah pencapaian terbaiknya sepanjang mengikuti turnamen ini. Sebelumnya ia cuma berhasil melangkah hingga semfinal pada 2006 dan 2007.dtc

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…