Senin, 29 November 2010 19:31 WIB Sragen Share :

Ribuan jiwa di Kalijambe belum miliki Jamkesmas

Sragen (Espos)–Ribuan jiwa yang merupakan anggota keluarga miskin di Kecamatan Kalijambe belum mengantongi kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas).

Namun saat ini, pemerintah desa (Pemdes) tengah memproses pengajuan nama calon penerima kartu Jamkesmas. Hal itu berkaitan dengan adanya penambahan kuota Jamkesmas 2010/2011 sebanyak 6.000 jiwa per kecamatan di Sragen.

Berdasarkan data pemerintah Kecamatan Kalijambe, pemegang kartu Jamkesmas tahun 2009 sebanyak 13.204 jiwa yang berasal dari 3.910 kepala keluarga (KK). Di luar itu, masih ada 2.509 KK atau 8.704 jiwa yang belum memegang kartu Jamkesmas. Tambahan kuota 6.000 jiwa, memangkas jumlah warga yang belum memiliki kartu menjadi hanya 2.704 jiwa.

Kepala desa (Kades) Krikilan, Kalijambe, Widodo, kepada Espos, Senin (29/11), menerangkan sesuai pertemuan terakhir dengan Kades se-Kalijambe dan pejabat kecamatan, desanya berpotensi menerima tambahan kuota Jamkesmas sebanyak 426 jiwa. Menurut dia, di Desa Krikilan masih ada ratusan jiwa yang tergolong miskin namun selama ini belum pernah mendapat fasilitas berupa keringanan biaya kesehatan.

“Terutama, masih ada satu RT yang warganya sama sekali belum dapat Jamkesmas. Itu di RT 11, di sana ada sekitar 28 jiwa. Belum ditambah, warga di RT lain yang kelewatan tidak dapat kartu, padahal sudah mengajukan,” papar Widodo.

Camat Kalijambe, Samsuri, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, mengakui adanya tambahan kuota sebanyak 6.000 jiwa. Dia menerangkan, saat ini pihak Pemdes telah diminta membuat pengajuan. Selanjutnya, pengajuan dari desa itu akan melalui tahap verifikasi.

Jika dalam verifikasi dinilai layak, maka warga bersangkutan akan menerima kartu Jamkesmas. Artinya, dia menegaskan, meski ada tambahan kuota Jamkesmas 6.000 jiwa, belum tentu semua pengajuan dari desa disetujui. “Ada macam-macam kriteria yang harus dipenuhi untuk menerima kartu itu,” ujar dia.

Kriteria yang dimaksud, antara lain warga penerima kartu Jamkesmas harus benar-benar masuk dalam daftar KK miskin sesuai hasil pendataan, yang mencapai sebanyak 3.734 KK. Di luar itu, Samsuri menegaskan, warga yang mampu namun bermasalah dalam hal keuangan lantaran sakita menahun juga bisa menerima kartu Jamkesmas. “Orang jadi miskin karena uangnya habis untuk berobat. Itu bisa,” imbuhnya.

Lebih jauh, ia berharap tambahan kuota 6.000 jiwa dapat mengkover seluruh warga miskin. Sejauh ini, dia mengaku belum dapat memperkirakan apakah tambahan kuota itu cukup mengkaver seluruh KK miskin. Sebab jumlah KK miskin dipastikan terus berkurang setiap tahun. Samsuri menyebut, setiap tahun pihaknya mengupayakan program untuk mengentaskan kemiskinan bagi setidaknya 10% warga dari total jumlah warga miskin di tahun sebelumnya.

tsa

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…