Demo PKL ( JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu)
Senin, 29 November 2010 13:44 WIB Solo Share :

Ratusan PKL Solo menolak relokasi

Demo PKL ( JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu)

Solo (Espos)–Ratusan pedagang kaki lima (PKL) Solo yang tergabung dalam Aliansi PKL Surakarta, Senin (29/11) demo ke Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Solo.

Mereka dengan membawa spanduk dan poster menyatakan menolak relokasi yang akan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Para PKL ini juga menuntut agar Perda No 3 Tahun 2008 tentang Pengelolaan PKL direvisi.

Tidak hanya itu, dalam demo yang berlangsung damai tersebut para PKL juga meminta Pemkot Solo melalui Dinsosnakertrans mencarikan pekerjaan bagi para PKL jika mereka direlokasi.

“Karena relokasi yang dilakukan Pemkot Solo bukan menyejahterakan namun malah membuat PKL bangkrut,” ujar Sriyanto, salah seorang PKL saat bertemu dengan Kepala Dinsosnakertrans Solo, Singgih Yudoko.

Menurut Sriyanto, PKL juga meminta agar Perda No 3 Tahun 2008 untuk direvisi. Karena ada persyaraan yang boleh berjualan hanya orang Solo dengan bukti KTP serta adanya pidana jika ada yang melanggar.

“Kami juga meminta agar Dinsosnakertrans mau memfasilitasi PKL dalam mencari pekerjaan,” jelasnya.

Menanggapi tuntutan para PKL itu, Singgih Yudoko menyatakan siap memfasilitasi para PKL jika memang mereka mau mencari pekerjaan lain.

“Kami siap membekali para PKL dengan beberapa keterampilan. Namun soal revisi Perda No 3 Tahun 2008 itu bukan kewenangan kami,” tegasnya.

m86

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…