Senin, 29 November 2010 10:26 WIB Hukum Share :

Penculik Balita tak minta tebusan

Jakarta–Motif penculikan Firdzansyah Erza Gifari alias Ijan, balita berumur 1,5 tahun di Pasar Rebo, Jakarta Timur masih belum jelas. Selama 3 hari, penculik tidak ada meminta tebusan. Hanya saja, keluarga Ijan mendapat SMS dari seseorang yang minta dikirimi pulsa Rp 500.000 disertai ancaman.

“Tebusan nggak ada. Kemarin melalui SMS minta dikirim pulsa Rp 500 ribu,” kata Kapolsek Pasar Rebo Kompol L Sutadi, Senin (29/11).

Sutadi mengatakan, pulsa Rp 500.000 belum dikirim karena dikhawatirkan permintaan berasal dari pihak-pihak lain yang tidak bertanggungjawab dan sengaja ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Polisi dan keluarga  juga sudah mencoba menghubungi nomor telepon orang yang meminta kiriman pulsa tersebut.

“Nomornya tidak bisa dihubungi. Kami masih terus berupaya mencari pelaku. Saya juga sudah ke Pak RT apa ada yang meninggalkan kontrakan selama kejadian atau orang-orang yang dicurigai, katanya nggak ada,” ujarnya.

Atas permintaan pulsa Rp 500.000 itu, ayah Ijan hanya mengiriminya Rp 50.000. Menurut Sutadi, polisi memang belum bisa membuat sketsa wajah pelaku penculikan. Namun polisi sudah mendapatkan beberapa ciri-ciri pelaku dari keterangan sejumlah saksi.

Pelaku adalah laki-laki umur kurang lebih 40 tahun, tinggi 165 cm, berkulit sawo matang, berambut gelombang sedang, saat mengambil Ijan memakai celana yang agak kusam. Menurut keterangan saksi yang melihat Ijan digendong lelaki tak dikenal, lelaki itu bercelana pendek dan bersandal jepit.

“Kami belum bisa menggambarkan wajahnya sehingga belum bisa dibuat sketsa. Tapi kami terus berupaya mendalami kasus ini,” ungkapnya.

Ijan merupakan anak pertama dari pasangan Andjar Gifari, 26 dan Nurhayati, 25. Ijan menghilang sejak Jumat (26/11), ketika sang nenek, Siti Rokayah, 58, tengah mengangkat jemuran di belakang rumah. Ijan diduga diculik seorang laki-laki berusia 40 tahunan. Dia dibawa dengan menggunakan angkot KWK 09 jurusan Kalisari-Cililitan.

dtc/rif

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.¬† Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…