Senin, 29 November 2010 12:34 WIB Wonogiri Share :

Keluyuran, 23 pelajar Wonogiri terjaring razia

Wonogiri (Espos)–Keluyuran saat jam sekolah, sebanyak 23 pelajar terjaring razia yang digelar tim koordinasi penanggulangan kenakalan remaja dan anak sekolah, Senin (29/11). Mereka semua ditemukan sedang ‘nongkrong’ di lantai III Pasar Kota Wonogiri sekitar pukul 10.00 WIB.

Razia rutin ini digelar oleh tim koordinasi yang beranggotakan petugas dari Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas), Satpol PP, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Dinas Pendidikan, Polres dan Kodim 0728/Wonogiri itu.

Salah satu anggota tim, Djumino mengungkapkan dasar hukum dilakukannya razia itu adalah Perda No 1/2010 tentang APBD dan Peraturan Bupati (Perbup) No 37/2010 tentang program peningkatan kualitas anak didik. “Kami mendapat banyak laporan dan keluhan dari masyarakat mengenai banyaknya pelajar yang keluyuran di tempat-tempat keramaian pada jam sekolah. Selain itu, banyak para siswa yang ditinggal merantau orangtuanya sehingga kurang pengawasan. Karena itulah hari ini kami menggelar razia,” ungkap Kabid Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol dan Linmas tersebut, saat dijumpai wartawan di sela-sela razia.

Djumino mengatakan para pelajar yang terkena razia hanya dicatat nama dan alamat sekolahnya, diberi pembinaan lalu dilepas kembali dengan peringatan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut. Selanjutnya, tim akan mengkonfirmasikan kepada pihak sekolah supaya melakukan pembinaan internal kepada murid-muridnya.

Data yang dicatat petugas, dari 23 pelajar tersebut, 21 pelajar berasal dari SMK Pancasila 1 Wonogiri, satu pelajar dari SMA Muhammadiyah Manyaran dan satu pelajar lagi dari SMK Pancasila 10 Wuryantoro. Mereka berdalih hari itu tidak ada pelajaran di sekolah dan bahwa mereka hanya mengambil nomor ujian semester.

Selain lantai III Pasar Kota Wonogiri yang selama ini memang dikenal sebagai tempat ‘nongkrong’ para pelajar, tim gabungan juga menyisir kawasan wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur serta area Patung Bedol Desa (WGM). Kedua tempat itu, selama ini juga dikenal sebagai tempat ‘nongkrong’ anak muda. Namun, tim gabungan tidak menemukan pelajar yang berkeliaran di dua tempat itu.

shs

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…