Senin, 29 November 2010 23:53 WIB Wonogiri Share :

Kawanan rampok satroni SPBU

Wonogiri (Espos)--Belum genap satu bulan, kejadian perampokan terjadi di Kantor SPBU 44.576.03, Ploso, Kedunggupit, Sidoharjo, Senin (29/11). Tidak ada korban jiwa pada kejadian itu, namun uang tunai senilai Rp 3 jutaan amblas dibawa kabur dan dua handphone milik Arman

Sedangkan tiga karyawan SPBU, diikat kedua tangan dan kaki serta dilakban mata dan mulut mereka. Tiga karyawan itu adalah Wawan, 23, warga Jaten, Kedunggupit, Sidoharjo, Arman, 21, warga Kopen, Sidoharjo dan Surono, 25, warga Bakalan, Sidoharjo. Tiga karyawan mengaku masih trauma dan gemetar saat diminta keterangan di Mapolsek Sidoharjo.

Keterangan yang dihimpun Espos di lokasi kejadian, peristiwa terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dan selang 30-an menit kemudian tiga karyawan bisa meminta pertolongan setelah melucuti tali ikatan. Kawanan perampok diduga memarkir kendaraan di timur lokasi SPBU. Hal itu terjadi karena pintu masuk lokasi SPBU diberi palang, karena tidak
melayani pembelian BBM (bahan bakar minyak) sejak pukul 22.00 WIB.

Wawan alias Bagong, salah seorang korban saat ditemui Espos di rumahnya bercerita, dirinya bertiga tidur secara berjajar di Kantor SPBU milik Hadi Suyatno. “Posisi tidur menghadap ke barat. Uang hasil penjualan kami taruh di laci. Sekitar pukul 02.30 WIB, kami bertiga terbangun mendengar suara pintu dibuka paksa,” ujar Wawan.

Diceritakan oleh Wawan, empat kawanan pencurian dengan pemberatan (Curat) bergegas masuk ketika melihat mereka terbangun. “Kami langsung ditubruk satu-satu dan ditodong sejenis golok. Mana uangnya. Uang ditaruh dimana?” ujar Wawan menirukan ucapan pelaku.

Karena ketakutan, mereka menunjukkan lokasi penyimpanan. Tiga korban diiikat kedua tangan dan kedua kaki serta dilakban pada mulut dan mata. “Kami tidak tahu ke arah mana lari mereka, karena mata kami ditutup lakban. Dalam kondidi diikat, kami ditempatkan di posisi paling selatan disusul, Arman dan Surono. Arman kehilangan dua HP dan uang tunai Rp 100.000 dan saya kehilangan uang tunai Rp 400.00.”

Lebih lanjut diceritakan oleh ayah satu anak itu, tali ikatan dari selimut dirinya. Ketiganya bisa melepaskan dari ikatan tali selimut setelah Arman mendekati Wawan. “Tangan terasa kaku, karena ikatan sangat kencang. Usai lepas dari ikatan kami menelepon mandor kami, Pak Beni dan melaporkan ke polisi.”

Berdasar pemantauan Espos, SPBU itu tetap melayani konsumen hingga sore. Kapolsek Sidoharjo AKP Untung mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Nanang Avianto saat mengonfirmasi menyatakan masih melakukan penyelidikan. “Pelaku diduga lebih dari tiga orang. Saksi sudah kami minta keterangan dan petugas masih melakukan penyelidikan.”

Sebelumnya, 5 November lalu, kejadian perampokan menimpa karyawan SPBU 44.576.05 Gemantar, Selogiri. Waktu itu kawanan rampok yang diduga berjumlah lima, berhasil melumpuhkan lima orang dan membawa kabur uang tunai senilai Rp 42,6 juta dan handphone  milik karyawan SPBU.

tus

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…