Senin, 29 November 2010 05:46 WIB Hukum Share :

Hari ini, TPM berencana ke Polda Metro Jaya

Solo (Espos)--Tim Pembela Muslim (TPM) Jateng bersama-sama keluarga berencana menjenguk tersangka pembawa amunisi dan Bendahara Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) ke Polda Metro Jaya, Senin (29/11) sore. Kepastian rencana tersebut menyusul sudah adanya koordinasi antara TPM dengan keluarga dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut perwakilan TPM Jateng, Budi Kuswanto rencana mendatangi Polda Metro Jaya guna menjenguk keberadaan tersangka pembawa amunisi, Muhammad Bahrunna’im dan Bendahara JAT, Joko Daryono, yang ditangkap Densus 88 anti teror belum lama ini. Khususnya Muhammad Bahrunna’imĀ  ditangkap Densus 88 anti teror sekaligus digeledah rumah kontrakannya di Semanggi, Pasar Kliwon sekitar awal November lalu. Sedangkan, Joko Daryono, 44, di ruas Jalan Samanhudi, Solo, Kamis (18/11) pukul 10.00 WIB.

“Ya, rencana besok (hari ini-red) kami dengan keluarga akan bertolak ke Jakarta. Soal waktunya, diperkirakan saat sore hari tiba. Tentunya, kami ingin melihat bkondisi fisik dan mental masing-masing tersangka. Kebetulan, memang kedua tersangka yang mendampingi adalah kami,” katanya kepada Espos, Minggu (28/11).

Budi Mengatakan, sejauh ini pihak keluarga kedua tersangka masih mengalami trauma ketika teringat peristiwa penangkapan tersebut. Pun demikian, pihak keluarga meyakini tersangka tidak ada sangkut pautnya dengan jaringan terorisme.
“Kalau Bahrunna’im dalam surat penangkapan dan penahanan hanya dijerat UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata Api. Nah, kalau Joko Daryono akan kami tanyakan lebih lanjut,” katanya.

Menurut dia, mestinya aparat kepolisian segera menjelaskan secara detail tentang status hukum para tersangka. Terlebih, keberadaan Joko Daryono yang sering disapa Thoyib. “Untuk Thoyib ini memang tidak jelas statusnya. Hingga saat ini kan sudah mencapai tujuh hari, tentunya kalau terkait dengan jaringan teroris segera dijelaskan keberadaannya,” katanya.

pso

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…