Senin, 29 November 2010 08:39 WIB News Share :

FPDIP siapkan pengganti Gayus Lumbuun di BK DPR

Jakarta–Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) siapkan pengganti Gayus Lumbuun. Saat ini FPDIP sedang menggodok 3 nama kadernya untuk menggantikan posisi Gayus Lumbuun sebagai ketua Badan Kehormatan (BK).

Penarikan Gayus ini merupakan respon fraksi atas keputusan perombakan seluruh anggota BK demi menyelesaikan konflik internal di lembaga tersebut.

“Fraksi mempersiapkan tiga nama. Mudah-mudahan dua hari ini akan diputuskan pimpinan fraksi,” kata Tjahjo Kumolo, Senin (29/11).

Namun demikian, Tjahjo belum mau membuka tiga nama tersebut. Dia hanya menjelaskan, tiga nama tersebut sudah diputuskan dalam rapat pleno DPP PDIP dan dikosultasikan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Tjahjo melanjutkan, selain akan menarik Gayus, pihaknya juga akan menarik M Nurdin sebagai anggota BK. Dari 11 kursi di BK, FPDIP mempunyai dua jatah kursi, yakni satu sebagai ketua dan satu sebagai anggota biasa.

Dalam komposisi anggota BK ke depan, Tjahjo mengatakan, pihaknya mengusahakan dua jatah kursi di BK diisi oleh satu kader wanita dan satu kader pria.

Sekjen PDIP ini berharap, dua kader yang terpilih nanti dapat menjalankan tugas partai di alat kelengkapan DPR itu dengan baik. Dia juga menilai kinerja BK selama dipimpin Gayus sudah cukup berhasil.

“Semoga ke depan semakin berhasil dan sukses. Apapun BK alat kelengkapan DPR di bawah pimpinan DPR. Keputusan apapun akan membawa citra anggota DPR secara keseluruhan,” kata Tjahjo.

Seperti diberitakan, 11 anggota BK saat ini akan ditarik oleh fraksi masing-masing demi menyelesaikan konflik berkepanjangan di lembaga tersebut. Selain keputusan perombakan total itu, ada juga tuntutan perombakan komposisi BK. Tuntutan ini disampaikan Fraksi Hanura dan Fraksi Gerindra, yang selama ini tidak mempunyai perwakilan di BK. Dua fraksi itu ingin mempunyai perwakilan di BK.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…