Senin, 29 November 2010 20:32 WIB Solo Share :

Beriklan di radio, efektif dan kreatif

Solo (Espos)–Radio masih menjadi salah satu media yang efektif untuk tempat beriklan. Meski diakui eksistensi radio khususnya di Solo dianggap kalah moncer dibanding media cetak.

Hal ini disampaikan oleh praktisi radio yang juga GM Radio Prambors-Female area Joglosemar, Sapto Adinugroho saat diskusi praktisi <I>public relation<I> se-Soloraya dan PR hotel dan mall di Hotel Lorin, Solo, Senin (29/11).

Menurutnya, radio di Solo sudah dianggap koma dan tidak ada perkembangan signifikan. “Sudah ada buktinya. Jika tidak dikelola dengan baik dan profesional, maka banyak lagi yang akan mati,” katanya.

Dalam diskusi bertema Radio Masih Ada? Strategi Beriklan di Radio yang Efektif, Sapto memberikan beberapa penilaian beriklan yang efektif dan efisien di radio, di antaranya pemilihan jam tayang dan metode pemasangan. “Cari tahu kapan jam berapa sasaran kita mendengar radio,” paparnya. Jika membidik kelas menengah ke atas, lanjutnya, biasanya di mobil pada jam masuk dan pulang kantor.

Trik lainnya yaitu iklan tidak ditayangkan seusai penutupan sementara oleh penyiar, namun setelah lagu. Hal ini terbilang remeh, namun sangat efektif untuk tepat membidik sasaran. “Hal lain yang penting yaitu kreativitas. Semakin kreatif dan unik, maka akan semakin menarik dan mendapat perhatian pendengar,” tambahnya.

Pembicara lainnya, Pandapotan Rambe, menambahkan frekuensi pemasangan iklan di radio menjadi faktor penting iklan itu diserap pendengar. “Minimal tiga bulan, itu baru kena,” katanya.

Potan menambahkan, beriklan di radio harus menghindari harga yang murah dan perlu melihat segmentasi pendengar. “Murah untuk apa jika tidak efektif. Segmentasi sasaran iklan juga disesuaikan dengan segmentasi pendengar,” tambahnya.

Beberapa kelemahan yang dimiliki sebagian stasiun radio di Solo yaitu minimnya teknologi khususnya rekaman bukti siar. Ini cukup mengganggu bagi pengiklan yang membutuhkan bukti siar. Hal lainnya yaitu sumber daya manusia yang kreatif. Iklan yang biasa dan monoton tidak akan memancing perhatian pendengar.


m86

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…