Senin, 29 November 2010 09:46 WIB Ekonomi Share :

Beras RI lebih mahal dari Thailand dan Vietnam

Jakarta–Harga beras Indonesia ternyata lebih mahal ketimbang harga beras Thailand dan Vietnam, dengan kualitas beras yang sama.

Anggota Komisi IV DPR Rofi Munawar menjelaskan, tingginya harga beras Indonesia ini menimbulkan kerentanan, apalagi bila melampaui ambang batas daya tahan masyarakat.

“Sejak awal 2010, harga beras medium nasional rata-rata masih Rp 6.324 per kg, kemudian di Oktober mencapai Rp 6.655 per kg. Pekan ini harga beras medium rata-rata nasional mencapai Rp 6.840 per kg dan bukan tidak mungkin akan terus merangkak naik,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (29/11).

Karena itu Bulog harus bertindak cepat. Operasi pasar di beberapa titik strategis harus segera dilakukan guna meredam tren kenaikan harga. “Perlu diingat harga beras merupakan komoditas yang dapat memunculkan multiplier effect terhadap kenaikan komoditas lain,” kata Rofi.

Akhir Oktober lalu, Bulog mengimpor 300 ribu ton beras dari Vietnam dengan alasan memperkuat cadangan beras, yang secara fungsional memperkuat Bulog dalam pengendalian harga.

“Namun apalah arti 300 ribu ton beras impor yang sudah terlanjut dibeli, bila beras impor tersebut tidak berfungsi maksimal mengendalikan harga di pasar,” tukas Rofi.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyampaikan bahwa inflasi November akan berada di kisaran 0,5%. Padahal biasanya bulan November terjadi deflasi. Ini akibat kenaikan harga beras.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…