Senin, 29 November 2010 21:11 WIB Boyolali Share :

Angin ribut terjang Kemusu

Boyolali (Espos)–Hujan deras disertai angin ribut menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Kemusu, Senin (29/11) petang. Akibatnya puluhan rumah rusak dan pohon tumbang. Angin ribut juga menyebabkan sejumlah tiang listrik ambruk.

Menurut salah seorang warga Desa Klewor Sentot, angin ribut itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Akibat peristiwa itu, warga cemas dengan kondisi cuaca yang terjadi.

“Awalnya kami menyangka hanya hujan deras. Ternyata disertai es dan angin bertiup dengan kencang dari arah utara,” ujarnya kepada wartawan, Senin.

Sentot mengatakan akibat peristiwa itu, sejumlah genteng warga beterbangan. Selain itu, pohon-pohon juga ambruk.

“Dari informasi terakhir tidak ada korban jiwa. Selain di Desa Klewor, angin lisus juga menerjang Desa Bawu dan Genengsari,” tambah dia.

Setelah hujan reda, jelas Sentot, warga pun mulai keluar rumah untuk mengecek kerusakan. Mereka sangat kaget mendapati ratusan rumah rusak, mayoritas genteng hancur. Warga pun berinisiatif bergotong royong memotong pohon tumbang yang menghalangi jalan. Tujuannya, agar lalu lintas tida terganggu. Warga juga langsung memberitahu petugas PLN agar mematikan aliran listrik ke arah perkampungan yang tiang listriknya roboh.

Terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpolinmas) Boyolali, Sumantri DM mengaku sudah mendapat informasi tentang kejadian tersebut.

“Kami sudah memperoleh informasi itu. Kami sudah memerintahkan staf untuk mengecek lebih lanjut. Termasuk mendata jumlah kerusakan,’’ tegasnya.

fid

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…