Senin, 29 November 2010 22:54 WIB Solo Share :

348 Koperasi luput dari pantauan

Solo (Espos)--Sebanyak 348 koperasi di Kota Bengawan terhitung selama lima tahun ini luput dari pantauan tim kesehatan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop dan UMKM) lantaran minimnya alokasi anggaran untuk kegiatan tersebut.

Informasi yang dihimpun wartawan di Gedung Dewan, saat ini ada sekitar 548 koperasi yang tersebar di seluruh Kota Solo. Dari jumlah itu, yang baru dievaluasi oleh tim kesehatan baru sebanyak 200 koperasi sementara sisanya sebanyak 348 koperasi belum diperiksa semenjak lima tahun lalu. Selanjutnya apabila mengacu kepada aturan Kementerian Koperasi, tim kesehatan dari Dinkop dan UKM seharusnya melakukan pemeriksaan satu tahun sekali.

Sekretaris Komisi III DPRD Solo, Umar Hasyim menuturkan banyak koperasi yang belum diperiksa oleh tim kesehatan Dinkop dan UMKM. “Ada sekitar 348 koperasi yang belum diperiksa sejak lima tahun lalu. Penyebabnya apa, menurut dinas terkait lantaran minimnya anggaran untuk kegiatan yang dimaksud,” paparnya ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Senin (29/11).

Kondisi demikian, diakui Umar sangat memprihatinkan. Pasalnya, koperasi merupakan lembaga keuangan yang sangat diandalkan masyarakat lebih-lebih kalangan bawah dalam berusaha. Apabila tempat bergantung itu tidak pernah dievaluasi, imbuh dia, akan sulit memetakan bagaimana perkembangan ekonomi kerakyatan.

“Minimnya anggaran untuk kegiatan pemeriksaan kesehatan koperasi sangat kami sayangkan. Sebab salah satu visi misi Walikota adalah meningkatkan ekonomi kerakyatan. Nah kalau koperasinya saja luput dari perhatian bagaimana lantas mengukur perkembangan ekonomi kerakyatan di Kota Solo,” ujar dia.

Agar semua koperasi bisa terpantau kesehatannya, Umar menuturkan pihaknya merekomendasikan adanya penambahan anggaran. Dana tersebut bisa diambil melalui pergeseran semisal dihilangkannya kegiatan kursus Bahasa Inggris untuk pedagang di Pasar Malam Ngarsapura serta subsidi pembelian tenda termasuk bongkar pasangnya.

Terpisah, Kepala Dinkop dan UMKM, Saleh membenarkan minimnya anggaran untuk evaluasi koperasi. “Dari 548 koperasi yang ada di Kota Solo memang baru sedikit yang sudah dievaluasi. Penyebabnya karena anggaran yang tersedia minim sekali,” paparnya. Seharusnya, Saleh menambahkan berdasarkan aturan Kementerian Koperasi evaluasi dilaksanakan satu tahun sekali.

Terkait evaluasi kesehatan koperasi, Saleh menambahkan, ada beberapa komponen yang diperiksa. Beberapa di antaranya adalah pemeriksaan administrasi, neraca maupun sumber daya manusianya. Dari penilaian itu akan ditentukan nantinya apakah koperasi yang sudah dievaluasi statusnya sehat, kurang sehat atau justru tidak sehat.

Mengenai rekomendasi penambahan dana untuk evaluasi koperasi, Saleh membenarkan. Dia mengatakan, akan menambah anggaran untuk evaluasi yang dananya seharusnya digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain.

aps

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…