Minggu, 28 November 2010 21:04 WIB Solo Share :

Taman Balekambang kantongi izin penangkaran rusa

Solo(Espos)–UPTD Taman Balekambang telah mengantongi izin pemeliharaan dan penangkaran rusa dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah karena rusa termasuk hewan yang dilindungi.

Menurut Kepala UPTD Taman Balekambang, Endang Sri Murniyati, awalnya rusa tersebut berasal dari Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Saat diberikan ke Taman Balekambang, rusa tersebut belum mengantongi izin untuk pemeliharaan. Jika tidak ada izin maka hak pemeliharaan belum legal.

“Permohonan izin untuk pemeliharaan dan penangkaran rusa telah kami ajukan pada awal tahun 2010, tetapi surat tersebut baru turun sekitar bulan Agustus. Saat ini kami merasa tenang, karena kami sudah mendapat izinnya,” ungkapnya saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Minggu (28/11).

Ia menambahkan, setiap ada rusa baru yang lahir, UPTD akan mendaftarkan ke BKSDA untuk mendapatkan sertifikat. “Kami berencana memberi tanda pada rusa tersebut dengan tindik. Selain itu, setelah keturunan kedua dari rusa pertama, dapat ditukar atau dijual. Tetapi kami tidak berniat menjual, mungkin akan menukarnya dengan hewan lain yang belum ada di Taman Balekambang,” terangnya.

Rusa bertambah
Ia menambahkan, Taman Balekambang mendapat tambahan satu ekor rusa betina dari keturunan rusa yang pertama pada Sabtu (27/11). Saat ini jumlah rusa di Taman Balekambang berjumlah delapan ekor dengan rincian empat ekor rusa jantan dan empat ekor rusa betina.

“Idealnya untuk penangkaran ada tiga ekor rusa betina dan satu ekor rusa jantan,” jelasnya. Di Taman Balekambang, rusa yang berjenis rusa timor dikembangbiakkan secara alami.

Untuk pemantauan kesehatan, lanjut dia, sekali atau dua kali dalam sebulan ada dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) yang datang memeriksa kesehatan rusa. Setelah mendapat izin pemeliharaan dan penangkaran, UPTD berencana menganggarkan sekitar Rp 2 juta per tahun untuk pembelian makanan rusa.

m91

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…