Minggu, 28 November 2010 14:08 WIB News Share :

SBY kecam penebangan liar

Purwakarta–Presiden SBY mengecam penebangan liar, termasuk yang mengatasnamakan industri. Pembangunan menurut SBY bukanlah kegiatan merusak alam.

“Saya ingin menyampaikan kepada mereka yang tidak bertanggung jawab. Yang kegemarannya merusak hutan dan lingkungan, membabat pohon untuk motif pribadi, karena kepentingan industri pertambangan yang tidak dikelola dengan baik,” kata Presiden SBY di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat dalam sambutan Gerakan Penanaman 1 Miliar Pohon, Minggu (28/11).

“Saya atas nama rakyat, berhentilah melakukan kegiatan tidak bertanggung jawab itu!” tegas SBY.

Menurut SBY, sekarang bukanlah saatnya untuk berbicara soal pelestarian alam. Saat ini justru saatnya bertindak menanam pohon untuk menyelamatkan lingkungan.

“It’s time to act, from commitment to action. Kita ingin negeri kita selamat. Perubahan iklim tidak ingin memburuk. Harus diwujudkan dengan tindakan nyata,” ujar SBY.

Menurut SBY, pembangunan nasional harusnya selaras dengan alam. “Budaya membangun, bukan merusak. Menanam pohon, bukan tebang pohon,” imbuhnya.

SBY mengemukakan, pemerintah menargetkan untuk menanam 1 miliar pohon. Pohon-pohon ini nantinya akan bisa dinikmati oleh generasi mendatang sekitar 30 tahun kemudian.

“Kalau menanam satu miliar, dengan ridho Allah, 30 tahun dari sekarang akan menjadi negara yang lingkungannya baik, hutannya baik,” jelas presiden.

SBY juga berharap setiap Pemda memperhatikan lingkungan di samping pembangunan. Pemda-pemda yang meraih Adipura, lebih baik dicabut saja penghargaannya jika tidak bisa melestarikan alam.

“Yang dapat Adipura, kalau tidak bisa (menjaga), dicabut saja Adipura itu. Tidak tepat diberikan kepada kota atau daerah seperti itu,” ucapnya.

Presiden SBY rencananya pada Senin (29/11) akan bertolak ke Banda Aceh. Di sana, SBY juga akan menyerahkan 125.000 batang trembesi untuk ditanam di lokasi bekas tsunami.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…