Minggu, 28 November 2010 13:50 WIB News Share :

19 WNI yang ditahan di Afsel akan dipulangkan

Jakarta--19 WNI yang ditahan di Durban, Afrika Selatan (Afsel) akan dipulangkan pada 2 Desember mendatang.

Kepastian ini didapat setelah Dubes RI untuk Afsel, Syahril Syabarudin bertemu dengan Direktur Imigrasi Provinsi Kwazulu-Natal, Hanacom.

“Direktur Imigrasi akan memulangkan 19 ABK yang ingin kembali ke tanah air. Untuk proses pemulangannya pada 29 November, para ABK ini akan dibawa ke Pretoria guna pemulangan ke Indonesia yang direncanakan pada Kamis 2 Desember,” kata juru bicara Kemlu, Kusuma Habir dalam siaran pers, Minggu (28/11).

Dia menjelaskan, pemilik kapal sebelumnya telah menawarkan kepada 19 ABK tersebut untuk kembali bekerja dengan kontrak kerja baru.

“Namun tawaran tersebut ditolak para ABK yang sudah berkeinginan keras untuk kembali ke Indonesia,” tutupnya.

Diketahui pihak KBRI mendapat laporan mengenai 19 WNI ini pada Jumat (12/11). KBRI mendapatkan laporan adanya 19 WNI di kapal El-Shadai berbendera Afrika Selatan yang terlibat perselisihan dengan pemilik kapal.

Akibat perselisihan tersebut, para ABK memilih untuk turun kapal keesokan harinya dan melaporkan perselisihan tersebut kepada Seafarer’s Association di Durban (500 Km dari Pretoria) yang kemudian selama 3 malam para ABK ditampung sementara oleh Seafarer’s Association.

Dalam upaya mencari penyelesaian tersebut, KBRI Pretoria pada 12 November lalu, segera mengirimkan staf ke Durban untuk membantu para ABK WNI tersebut dan memberikan bantuan berupa makanan dan keperluan dasar lainnya.

Pihak KBRI juga memastikan kondisi kesehatan para ABK WNI. KBRI Pretoria terus memastikan bantuan makanan bagi para ABK WNI di Westville dan bantuan keperluan lainnya sampai dengan pemulangan para ABK.

Pada 16 November 2010, Kapal El Shadai meninggalkan pelabuhan Durban pada malam hari dan membawa dokumen paspor dan barang-barang pribadi ABK Indonesia yang masih berada di kapal tersebut.

Sejak 16 November 2010, para ABK WNI ‘ditampung’ di Kantor Polisi Westville, Durban. Kapal El Shadai sendiri menurut jadwal akan kembali ke pelabuhan Durban pada 5 Desember 2010.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…