Sabtu, 27 November 2010 14:02 WIB Internasional Share :

Tersikut saat main basket, bibir Obama dapat 12 jahitan

Washington–Kabar buruk datang dari Gedung Putih. Presiden AS Barack Obama harus mendapat 12 jahitan di bibir atasnya setelah tersikut saat bermain basket.

“Setelah tidak sengaja tersikut bibirnya oleh pemain lawan saat bermain basket dengan teman dan keluarga, Presiden menerima 12 jahitan hari ini yang dikerjakan oleh Unit Kesehatan Gedung Putih,” ujar jurubicara Gedung Putih, Robert Gibbs, seperti dilansir AFP, Sabtu (27/11).

Gibbs mengatakan, Obama mendapat bius saat jahitan dilakukan. Obama juga diberi filamen kecil untuk memastikan bekas luka yang lebih kecil.

Gedung Putih kemudian mengungkapkan, orang yang tak sengaja menyikut Obama adalah Rey Decerega, direktur program di Institut Kongres Kaukus Hispanik. Decerega mengatakan permainan sungguh menghibur dan dia tidak mau meminta maaf.

“Saya pelajari hari ini bahwa presiden adalah seorang kompetitor yang tangguh dan baik dalam olahraga. Saya senang bermain basket dengannya pagi ini. Saya yakin dia segera kembali ke lapangan,” kata Decerega.

Gedung Putih mengatakan, saat itu Obama dalam posisi bertahan dalam babak kelima di pusat kebugaran militer di Fort McNair. Sebagai orang yang keranjingan bermain basket, Obama memang sering bermain dengan teman-temannya.

Permainan basket bersama teman-teman menjadi ritualnya dalam kampanye panjang menuju Gedung Putih pada 2008 silam. Bahkan dalam ulang tahunnya tahun ini, ia bertarung di Gedung Putih dengan sejumlah pemain hebat, termasuk Kobe Bryant dari Los Angeles Lakers, LeBron James dari Miami Heat, dan mantan bintang NBA Earvin “Magic” Johnson.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…